PPDB MIMHa

Posted on

MIMHa Groups Of Madrasah sebagai lembaga dakwah yang berbasis pendidikan dibawah naungan fathulhuda foundation membuka pedaftaran peserta didik baru dan mutasi untuk RA permata Ilmu (PG 2 tahun, Pg 3 tahun, TKA, dan TK B); MI Miftahul Huda dan MTs Informatika MIftahul Huda. Untuk A. A. A.Pendaftaran :
1. Daftar langsung
Kantor Tata Usaha MIMHa Jl. Cikadut 252 telp 7212600

2. Daftar online
klik http://www.mimha.sch.id

Proses Pendaftaran:
Tahap I Pendaftaran calon peserta psikotes
1. Melengkapi administrasi
2. Membayar biaya pendaftaran Rp 600.000 (MI dan Mts) Rp 500.000 (RA Permata Ilmu)

Tahap 2 tahap penetapan untuk berhak daftar ulang
1. Mengikuti tes psikotes
2. Dinyatakan untuk mendaftar ulang

B. Pembiayaan
Bagi pendaftar sampai desember uang bangunan dan seragam masih seperti tahun lalu (mulai januari IP dan seragam ada kenaikan)
a. RA peril Halfday Rp 5.200.000 dan Rp. 5.300.000 untuk full day (SPP dan uang kbm tahunan menyesuaikan tahun 2016)
b. MI miftahul Huda Rp. 10.150.000 (SPP dan uang kbm tahunan menyesuaikan tahun 2016)
c. Mts Informatika MIMHa Rp 11. 750.000 (SPP dan uang kbm tahunan menyesuaikan tahun 2016)

C. syarat administarasi pendaftaran (dilengkapi saat pendaftaran sebelum membayar uang pendaftaran)
1. Formulir pendaftaran
2. Foto 3 x 4 sebanyak 5 lembar
3. Fc. Kartu Keluarga 5 lembar
4. Fc. KTP ayah /Ibu 5 lembar
5. Fc. Akta kelahiran 5 lembar
6. Fc Ijazah untuk pendaftar ke MTS 5 lembar
7. Slip gaji orang tua
8. menandatangani surat kesediaan kerjasama dengan sekolah
9. Untuk Mutasi:
a. Surat Pindah
b. Rapot
c. Daftar nilai dari sekolah sebelumnya
d. Keterangan dari guru untuk ABK
e. Keterangan dari psikolog sebelumnya

Event Yayasan Fathul Huda Bandung

Posted on

1. [PELATIHAN FACEBOOK MARKETING]

Mengoptimalkan peran Facebook untuk Jualan.
Hari : Sabtu, 10 Oktober 2015
Waktu : 08.30 – Selesai
Lokasi: MTs MIftahul Huda (MIMHa) Jl. Cikadut A.H Nasution Bandung
Syaratnya : Peserta Wajib Bawa Modem dan Laptop
Full Praktek
*Bonus Materi BBM dan youtube Marketing.
Investasi : 250.000
Cara Pendaftaran
Hub : WA/Tlp (0813 2117 07140) Hidayat
(081 320 238 039) Kang AGSE

2. [PELATIHAN HIDROPONIK CASAFARM #3]
Hidroponik – Tanaman Tanpa Menggunakan Media Tanah
Hari : Sabtu 17 Oktober 2015
Waktu : 08.30-13.00 wib
Lokasi : [Rumah Hidroponik Bandung]
Kpm. D’Casa Grande No. 21 Jl. Cisaranten Kulon Arcamanik Bandung
Cp : WA/Tlp (081 221 6400 75) Bpk. Haryana
Fasilitas :
1. Starterkit Hidroponik Sederhana Wicksystem
2. Snack & Makan Siang
3. Makalah dan Panduan Hydroponic System
4. Tergabung dengan komunitas Hidroponik Casafarm Bandung
5. Free konsultasi seputar hidroponik
Investasi : 250.000,-
Cara Pendaftaran :
Hub : WA/Tlp (0813 2117 07140 Hidayat
(081 320 238 039) Kang AGSE

3. [WORKSHOP PENGAJARAN AL-QUR’AN feat SDSQ]
WorkShop megajar anak membaca Al-Qur’an dengan Metode Wafa (Metode Otak Kanan)
Taget metode wafa Hafal dua Juz dan Tahsin serta menulis.
Hari : 24 Oktober 2015
Wajtu : Pkl 07.30 – 15.30 wib
Tempat : MTs MIftahul Huda (MIMHa) Jl. Cikadut A.H Nasution Bandung
Fasilitas :
a. Buku Wafa (1-5 + Ghorib) dan Cd
b. Coffe Break 1x dan Makan Siang
Investasi : 200.000,-
Cara Pendaftaran: Langsung ke Bagian Kasir/Tata Usaha Sekolah.
CP : WA/Tlp/SMS (0882 1845 3021) Teh Desti Amalia
4. [PPDB 2016-2017]
Yayasan Fathul Huda Bandung mulai bulan September menerima peserta didik baru TA 2016/17 untuk tingkat RA-MI-MTs serta Asrama (Tingkat MTs/SMP).
Pendaftaran dan Informasi : Hub Tata Usaha Bag. Humas Tlp (022-7212600) http://www.mimha.sch.id

PENDIDIKAN DENGAN POLA ASUH… GURU BANGET!!

Posted on

http://www.gurubelajar.wordpress.com

“Maka berkat rahmat Alloh engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka kiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu….”(QS. 3:159)

Modal Pendidikan

Menjadi sebuah modal besar dari pendidik adalah sikap kasih sayang. Sikap keras dan kasar hati merupakan tantangan bagi pendidik ketika pendidik memiliki keinginan dan kerisauan untuk mewariskan kebaikan kepada generasi akan datang.

namun dalam sirah kita dapati walaupun beliau (Nabi Muhammad) amat sayaNg kepada kita umatnya tapi beliau bukan pendidik yang tidak memberikan aturan kepada umatnya sehingga kita dapati kasih sayang dan aturan yang beliau sampaikan kepada umatnya menjadi pola asuh yang kuat sehingga terlahir generasi khairu ummah yang terasa jasa-jasa mereka sampai saat ini.

Pola asuh dalam pendidikan
Berkaca dari sirah Nabi dan teori pendidikan saat ini memang tidak bisa tidak bagi pendidik perlu membekali dirinya dengan kemampuan pola asuh yang bisa menghantarkan materi ajar kepada peserta didik sesuai tujuan pendidikan yang dikehendaki. wallahu a’lam

HUBUNGAN ORANG TUA DAN SEKOLAH

Posted on

(berkaca Alqur an Surat Alhujurat )

“ Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS.49:10)

Tujuan Pendidikan
Bila melihat makna pendidikan dari sisi ilmu pendidikan maka pendidikan tidak terlepas dari konteks tanggung jawab. Pendidikan sejatinya merupakan tugas dari orang dewasa terhadap mereka yang akan dewasa. Dan bila di lihat dari sisi orang tua maka pendidikan merupakan salah satu implementasi tanggung jawab orang tua dari tugas Rabnya untuk menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka. Dalam menjalankan tugas mendidiknya orang tua tentu mencari orang yang dia percaya untuk membantu mendidik putra-putrinya dan sebagai orang beriman maka sudah sewajarnya dan sudah menjadi tuntutan untuk menjadikan orang beriman lainnya sebagai wali (teman kepercayaan) dalam mendidik putra putrinya.

Hubungan orang tua dan sekolah
Pada konteks perwalian inilah hubunga orang tua dan sekolah yakni perwalian karena ikatan persaudaraan orang yang beriman. Bila kita berkaca hubungan antara orang tua dan sekolah dalam surat alhujurat Allah SWT banyak nilai yang bisa kita perhatikan dan terapkan dalam konteks hubungan sesama orang beriman, diantaranya.
1. Konsep tabayun (QS.49:6), konsep ini mendidik orang beriman untuk senantiasa berhati-hati terhadap informasi yang menimbulkan kesimpulan jelek terhadap saudaranya sendiri melalui mekanisme tabayun (cek dan ricek atau kroscek). Dalam hubungan orang tua dan sekolah maka masing-masing pihak perlu mlakukan prosedur tabayun agar tidak muncul penyesalan di kemudian hari dalam bentuk kekeliruan kesimpulan terhadape saudaranya.

2. Konsep islah (QS.49:9), konsep ini mengajarkan orang beriman untuk menjaga silaturahmi dan ikatan persaudaraan dengan menggunakan mekanisme islah dan menginginkan agar tidak terjadi perpecahan antara muslim yang satu dan yang lain. Dalam konteks hubungan sekolah dan orang tua setiap individu tidak menginginkan saudaranya terus dan muncul perselisihan di antara mereka, maka sudah menjadi tugas setiap mukmin menjaga hubungan persaudaraan diantara orang tua lain dengan sekolah dan tidak menimbulkan perpecahan antara sekolah dan orang tua lainnya.

3. Konsep Ikromul muslim (QS.49:11), sebagai bentuk persaudaraan setiap mukmin tidak boleh mencari-cari kejelekan saudaranya atau mengurang kehormatan mereka, bila menemukan kekurangan pada saudaranya sudah semestinya kita melakukan nasihat bukan menggunjingnya. Dalam hubungan sekolah maka bila orang tua atau sekolah melihat kekurangan pada saudaranya sudah semestinya mereka melakukan upaya nasihat agar kejelekan saudaranya berkurang dan tidak melakukan perbuata yang mengurangi kehormatan saudaranya misalnya dengan menggunjingnya.

4. Konsep Husnudzan (QS.49:12), Konsep ini mendidik orang beriman untuk memiliki kepercayaan kepada mukmin yang lain dengan mencari 1001 alasan awal yang membuat dia tidak percaya lagi dengan saudaranya dan mencoba untuk bertabayun dan memahami apa yang dilakukan saudaranya walaupun memahami bukan harus menyetujui.

5. Konsep yang paling mulia orang bertaqwa (QS.49:13), konsep ini mengajarkan kepada kita untuk senantiasa memulyakan dari sisi ketaqwaan saudaranya sehingga ada penghormatan antara satu muslim dengan muslimin yang lainnya.

Fatihah Hati
Tulisan ini saya tutup dengan kata fatihah yang justru bermakna membuka dan mengevaluasi kembali hubungan antara sekolah dengan orang tua menjadi sebuah hubungan perwalian yang didasari oleh keimanan. wallohu a’lam bishshawab.

PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER TAUHIID

Posted on Updated on

http://www.gurubelajar.wordpress.com

 

A. Pendidikan Sebagai Interaksi

Membicarakan pendidikan pada dasarnya tidak lepas dari membicarakan manusia itu sendiri, karena hanya manusia yang memiliki potensi untuk mendapatkan pendidikan. Pendidikan merupakan proses interaksi yang disengaja dan terencana dalam bentuk bimbingan dari orang dewasa kepada orang yang akan menginjak dewasa. Oleh sebab itu, tidak semua interaksi dapat dikategorikan sebagai sebuah proses pendidikan, interaksi yang dikategorikan pendidikan memiliki beberapa syarat.

  1. Adanya pribadi yang berada di posisi mendidik dan peserta didik.
  2. Interaksi yang dilakukan oleh pendidikan memiliki tujuan.
  3. Interaksi dilakukan secara terencana dan disengaja.
  4. Pendidik memiliki bentuk evaluasi untuk mengetahui perubahan yang terjadi dari peserta didik.

Tujuan pendidikan yang dikehendaki dalam pendidikan terlihat dalam perubahan peseta didik pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Perubahan holistik seperti inilah sebagai muara yang dikehendaki dalam proses pendidikan. Dalam implementasinya pendidikan merupakan proses interaksi yang tidak bebas nilai. Sengaja atau tidak pendidik mewariskan pula nilai yang dianut baik terencana atau tidak. Nilai-nilai yang diajarkan inilah yang kedepannya mempengaruhi pilihan hidup yang mereka (baca peserta didik) lakukan dalam kehidupa sehari-hari.

 

B. Pendidikan Tauhid

Pendidikan Tauhid merupakan proses interaksi terencana dan sengaja dengan tujuan tertentu dan dilandasi nilai-nilai tauhid. Posisi tauhid dalam pendidikan tauhid merupakan materi dan juga sekaligus nilai-nilai dasar yang diyakni mulya dan harus diwariskan oleh pendidik kepada peserta didik.

Akar pendidikan tauhid adalah keyakinan yang didasarkan ilmu bahwa manusia merupakan hamba dan khalifah Allah SWT. Dasar itu menuntut untuk menjadikan Allah SWT sebagai tujuan dari seluruh aktivitas yang dilakukan (Albayyinah:5). Aktivitas yang dimaksud selanjutnya dikenal dengan terminologi sebagai aktivitas amal saleh. Dengan demikian pendidikan tauhid mengajarkan nilai-nilai yang menjadi syarat terpenuhinya suatu amal sebagai amal saleh, yakni aktivitas yang tidak hanya di dasarkan penerimaan dikalangan manusia tapi mutlak diterima dalam persyaratan amal yang diterima oleh Allah SWT.

Sebagai sebuah pendidikan, pendidikan tauhid harus memenuhi syarat-syarat pendidikan sebagaimana telah dinyatakan diatas.

  1. Pendidikan tauhid diajarkan oleh pendidik yang memiliki nilai-nilai tauhid kepada peserta didik.
  2. Tujuan pendidikan tauhid adalah menegakan tuntutan tauhid yakni menjadikn muara seluruh amal sebagai pengabdian tulus hanya kepada Allah SWT.
  3. Pendidikan tauhid dilakukan secara sengaja dan terencana dalam bentuk materi yang tegas .
  4. Evaluasi dilakukan pendidik untuk melihat perubahan prilaku pesera didik.

 

C. Materi Pendidikan Tauhid

Sebagai sebuah pendidikan, pendidikan tauhid memiliki nilai-nilai yang harus eksplisit untuk diajarkan kepada peserta didik. Materi yang eksplisit ini dilandaskan dengan standar nilai yang jelas sehingga tidak menimbulkan kebenaran relatif yang membingungkan peserta didik terutama pada level pendidikan dasar. Dalam pendidikan tauhid standar nilai itu dapat kita rumuskan sebagai berikut.

  1. Kebenaran itu mutlak milik Allah SWT
  2. Untuk memahami kebenaran itu kita kembalikan kepada tuntutan yang diturunkan oleh Allah SWT sebagai sumber kebenaran yakni Alquran dan sunnah. “ Dan apabila kalian berselisih dalam satu urusan maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul”.
  3. Apabila bingung memahami Alquran dan hadits maka Allah SWT memberi tuntunan untuk bertanya pada ulama. “Maka bertanyalah pada Ahludzdzikr (ulama) jika kamu tidak mengetahui.
  4. Apabila membutuhkan rujukan hidup maka rujukan itu langsung kepada orang yang Allah legitimasi kemaksumannya yakni Rasulullah SAW. “sesungguhnya telah ada pada diri Rasul suri tauladan yang baik”.

Materi pendidikan tauhid dapat dirumuskan dalam 5 nilai pendidikan tauhid yang berisikan 5 syarat suatu amal dikategorikan sebagai amal saleh yang diterima Allah.

  1. Ikhlash, pada materi ini peserta didik diajarkan untuk menjadikan muara aktivitas hanya berharap balasan dari Allah SWT
  2. Mencontoh Rasul, sebagai manusia pilihan Allah SWT Rasul memiliki posisi teladan yang harus diikuti agar pengabdian yang dilakukan manusia dapat dikategorikan ibadah yang benarkan.
  3. Ilmiah, pada materi ini semua amalan harus mrujuk pada kebenaran yang Allah SWT turunkan yakni Alquran dan sunnah.
  4. Orientasi Akhirat, dalam materi ini peserta didik diajak untuk menjadikan hidupnya agar berhati-hati karena seluruh amalan didunia ini akan mendapatkan balasan setimpal diakhirat.
  5. Meninggalkan efek yang buruk, lebih jauh dari sebuah amal adalah meninggalkan hal-hal yang menimbulkan mudlarat yang lebih besar misalnya meninggalkan rokok atau hal lainnya yang menimbulkan efek mudlarat yang besar bila dilakukan walalupun tidak ada larangan yang eksplisit.

Untuk di MIMHa 5 nilai ini dirumuskan dalam 5 nilai dasar tauhid, yaitu.

  1. Ikhlash
  2. Jujur
  3. Adil
  4. Tanggung Jawab
  5. Santun

 

D. Pendekatan Pendidikan Tauhid

Pendekatan pendidikan tauhid dituntut lebih dari sekedar pendidikan moral. Berkowitz (1998) menyatakan bahwa kebiasaan berbuat baik tidak selalu menjamin bahwa manusia yang telah terbiasa tersebut secara sadar (cognition) menghargai pentingnya nilai karakter (valuing).  Karena mungkin saja perbuatannya tersebut dilandasi oleh rasa takut untuk berbuat salah, bukan karena tingginya penghargaan akan nilai itu.  Misalnya saja ketika seseorang berbuat jujur hal itu dilakukannya karena ia takut dinilai oleh orang lain, bukan karena keinginannya yang tulus untuk menghargai nilai kejujuran itu sendiri.  Oleh sebab itu dalam pendidikan karakter diperlukan juga aspek perasaan (domein affection atau emosi).  Memakai istilah Lickona (1992) komponen ini dalam pendidikan karakter disebut “desiring the good” atau keinginan utnuk berbuat kebaikan.  Menurut Lickona pendidikan karakter yang baik dengan demikian harus melibatkan bukan saja aspek “knowing the good” (moral knowing), tetapi juga “desiring the good”  atau “loving the good” (moral feeling) dan “acting the good” (moral action).  Tanpa itu semua manusia akan sama seperti robot yang terindoktrinasi oleh sesuatu paham.

 

E. Pendekatan Belajar

Dalam meujudkan pendidikan tauhid pendekatan belajar dapat dilakukan melalui pendekatan belajar 4M, yakni :

  1. Menyenangkan
  2. Mengasyikan
  3. Mencerdaskan dan
  4. Menguatkan karakter

Menyenangkan anak menyangkut pola asuh islami yang seimbang antara kasih saying dengan kedisiplinan, dalam hal ini penerimaan seluruh warga sekolah baik itu murid, guru, manajemen sekolah, penjaga sekolah dan orang tua merupakann modal sekolah sebagai tempat yang menyenangkan sehingga anak kecil kemungkinan  tidak mengalami luka secara psikologis karena semua pihak dalam sekolah menjadi pihak yang ramah terhadap perkembangan psikologis anak. Mengasyikan, menjadikan anak terlibat dalam proses pembelajaran merasa terlibat dalam proses belajar karena apa yang mereka pelajari adalah sesuatu yang bisa mereka lakukan dan langsung merubah prilaku mereka inilah pembelajaran yang sesuai dengan konteks lingkungan, anak tidak melangit tanpa anak tahu hakikat dan apa yang harus mereka lakukan setelah belajar usai. Mencerdaskan, tidak ada kata bodoh pada sekolah ini yang terbangun adalah sekolah yang berpandangan seperti Nabi Khadir saat berkata kepada Musa : “wahai Musa aku mengetahui apa yang tidak engkau ketahui dan engkau Musa mengetahui apa yang tidak aku ketahui”,

Subhanallah tidak ada lagi anak yang tidak menerima dengan potensi dan keberadaan dirinya anak-anak dalam lingkungan seperti ini menjadi anak yang bersyukur dan bahagia dengan apa yang Allah berikan kepada mereka. Menguatkan karakter, salah satu hal yang perlu kita akui adalah bangsa ini tidak kurang ribuan sarjana tercetak setiap tahunnya dinegeri ini tapi lihat bagaiama karakter bangsa ini, tidak terlihat lagi sebagai bangsa yang bernilai hal ini terjadi karena terjebak dengan sistem pendidikan yang hanya menekankan aspek kognitif semata, dimanakah pengajaran karakter bangsa kita yang ramah, jujur, tanggung jawab, penuh senyum bisa kita wariskan untuk anak-anak penerus bangsa ini padahal hal inilah yang akan membentuk karakter bangsa kita.

Betul bahwa aspek kognitif adalah sesuatu yang penting bagi aspek pendidikan kita tapi manusia sebagai objek pendidikan tidak hanya diwakili oleh kognitifnya tapi juga afektif dan motoriknya maka penting bagi kita melihat manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang utuh dengan berbagai aspeknya sehingga pendidikan mampu melayani dan mengoptimalkan semua potensi tersebut melalui pendidikan yang tidak hanya berorientasi angka tapi juga pembentukan hatinya.

 

F. Evaluasi Pendidikan Tauhid

Evaluasi pendidikan tauhid bersifat holistik berbasis proses untuk itu penilaian diukur hendaknya bersifat portofolio yang menggambarkan kondisi anak saat awal pendidikan hingga akhir proses pendidikan tauhid.

 

G. Profil Lulusan Pendidikan Tauhid

Output pendidikan tauhid dalam rangka membentuk peserta ddidik yang bahagia dan bersyukur menjadi dirinya sendiri, bakat dan potensinya teraktualisasi, berkontribusi dengan semangat rahmat bagi semesta alam. wallohu a’lam

INTERAKSI MENDIDIK VS INTERAKSI ORANG TUA

Posted on

http://www.gurubelajar.wordpress.com

 

Diingatkan kembali

Suatu pagi seperti biasa di MIMHa diadakan kumpul guru untuk menguatkan keyakinan kami agar kami lebih sabar dalam mendidik. Manajemen meyakini kesabaran sangat berbanding lurus dengan tingkat keyakinan kepada Alloh dan keyakinan kepada Alloh dapat dipupuk dengan ilmu, karenanya program kami setiap pagi adalah mendengarkan tilawah quran dengan terjemahnya dan berbagi nasihat.

Nasihat pagi itu kita diingatkan mengenai arti pendidikan sebagai interaksi yang sadar dan terencana dengan tujuan tertentu. Tujuan dan interaksi terencana inilah yang hemat saya menjadi pembeda hubungn guru dan orang tua di rumah. jangan-jangan kita sebagai orang tua selama ini tidak mendidik anak karena hubngan kita degan anak bisa jadi tanpa tujuan dan tidak sadar kita lakukan, sehingga banyak hal interaksi yang kita lakukan justru menjadi tidak mendidik terhadap mereka. Innalillah saya jadi tidak teringat anak-anak amanah saya di rumah ……………………

 

Ampunan Mu ya Rabb

Ampun ya Rabb bila selama ini saya tidak mendidik titipanMu, tidak mendidik mereka dengan pendidikan yang baik. Rabb jangan engkat adzab kami karena lupa dan kelemahan kami, ampuni dan tolonglah kami ya Rabb. Aamiin

 

INFO DIKLAT MANAJEMEN CLASSROOM

Posted on

Oleh : Riyan Ar Rayyan

Diklat ini terselenggara atas kerja sama antara Manajemen MIMHa (Madrasah Interaktif Miftahul Huda), YDSF (Yayasan Dana Sosial al-Falah) Bandung dan KPI (Kualita Pendidikan Indonesia) Surabaya.

Adapun penyelenggaraan diklat ini diperuntukkan untuk guru-guru MI dan SD di sekitar Kota Bandung dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan kelas.

Diklat ini akan dilaksanakan pada tanggal 21, 22, dan 23 November 2014 di kampus MI Miftahul HUda Jl. Cikadut No. 252.

Batas akhir pendaftaran peserta adalah tanggal 03 November 2014. Hanya untuk 30 Peserta. Dengan Investasi Rp. 125.000

Pendaftaran dilakukan melalui no 08121495591 dengan format : ketik DAFTAR#NAMA#ASAL SEKOLAH#TANGGAL TRANSFER

Transfer dikirimkan via rek BSM 3717010381 A.n. Agus Awaludin

Informasi lebih lengkap, silahkan untuk menghubungi 022-7212600 / 08121495591 (Asjun), atau E-mail ke marketingmimha@gmail.

 

Lebih jelas hub laman ini.

http://mimha.sch.id/diklat-management-class/