APA YANG HILANG DALAM PENDIDIKAN ?

(Melihat lebih dalam)

Agus Awaludin, S.Pd

www.gurubelajar.wordpress.com

Berawal dari Obrolan

Dalam sebuah obrolan ringan ada sebuah ide segar yang mengalir memenuhi rasa dahaga  yang saya rasakan ketika melihat dunia pendidikan. Rasa dahaga yang selama ini saya rasakan ketika mencoba untuk membuka lebih dalam apa yang terjadi dengan dunia pendidikan yang saya lihat sekarang.

Pemandangan ketika wajah pendidikan ini terlihat sebagai dunia mata pelajaran, nilai-nilai yang tidak jelas  sehingga warisan budaya apa yang ingin diberikan menjadi tidak kelas.

Dahaga itu terpenuhi sudah ketika seorang ustadz mengatakan hakikat pendidikan sejatinya adalah mewariskan nilai, dan membuat anak mau belajar. Materi pelajaran sejatinya merupakan materi yang sudah kadaluarsa untuk selalu jadi pegangan anak karena ilmu pengetahuan akan selalu berkembang, maka yang terpenting adalah bagaimana mereka mau terus belajar dalam hidup dan kehidupannya serta memiliki nilai-nilai yang akan menjadi hal yang mempengaruhi keputusan hidupnya.

Mau Belajar

Kata kunci ini digambarkan dengan kata How to learn ? sebagai keterampilan yang perlu diwariskan kepada anak didik kita, sehingga mereka mampu memecahkan berbagai macam masalah sebagai hasil dari berbagai pilihan yang akan mereka temukan dalam hidupnya, sayang bila pelayan pendidikan menafikan masalah ini bisa kita bayangkan profil anak seperti apa yang akan terlahir dalam dunia pendidikan yang tidak mengajarkan agar mereka tahu dan mau belajar.

semoga lintasan diskusi ini menjadi sebuah hal yang mengingatkan kita semua. wallahu a’lam.

DASAR KARAKTER IKHLASH

Agus Awaludin

www. gurubelajar.wordpress.com

PONDASI KARAKTER TAUHIID

Bila saya ditanya apakah dasar dari pondasi generasi berkarakter tauhiid, maka karakter ikhlashlah dasarnya. Karakter inilah yang menjadi ruh bagi dasar karakter yang lain, karena sejatinya hidup ini merupakan pengabdian kepada Allah dan pengabdian seperti apa yang Allah SWT inginkan adalah pengbdian yang ikhlash hanya kepadaNYa. Dari dasar karakter inilah dasar karakter lain muncul sebagai konsekuensi dari pengabdiannya kepada Allah.

Ikhlash

Karakter ikhlash yang ingin ditanamkan pada pembiasaan karakter dalam pendidikan karakter tauhiid adalah pembiasaan yang diawali dari kesadaran bahwa dirinya adalah makhluk Rab yang telah diciptakan, diurusi, dan diberi rejeki. Maka sudah sepatutnya dia mengagungkan dan memulyakan Allah melalui prilaku kesehariannnya. Selanjutnya setelah mereka mampu mengagungkan Allah sebagai Rab yang telah memberi mereka banyak hal, maka mereka selanjutnya meneruskan menginstal diri mereka untuk menjadikan hidup sebgai pengabdian pada Allah.

Tujuan Pembiasaan Karakter Ikhlash

Pendidikan karakter ikhlash di MIMHa pada dasarnya ingin membekali segenap komuitas pembelajar MIMHa untuk menjadikan Allah sebagai dasar apa yang dilakukannya. Apapun aktivitas yang dia pilih dan kebaikan apapun yang ingin dilakukannnya diharapkan berlandaskan sebagai pengabdiannya kepada Allah. Ramahnya mereka, senyumnya mereka, membuang sampahnya mereka, memberi salamnya mereka diharapkan semuanya ditujukan sebagai pengabdian pada Allah. Wallahu a’lam.

DASAR PENDIDIKAN KARAKTER

Agus awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com

Pendidikan Karakter

Kata kunci dari pendidikan karakter adalah pembiasaan. Dalam pendidikan karakter setidaknya ada 3 rumusan teknik membiasakan yakni, Ketahui, Cintai dan lakukan. 3 rumusan pendidikan karakter  inilah yang menjadikannya berbeda dari pendidikan moral atau budi pekerti.

Dasar Pendidikan Karakter tauhiid

Karakter tauhiid dasar berpikirnya dibangun atas kesadaran bahwa kita adalah makhluk dan hamba Allah saja, tidak pantas bagi kita memberikan hak-hak penyembahan kepada selainnya. Dari dasar berpikir inilah maka perlu dibuat sebuah penanaman pembiasaan karakter yang menjadikan outputnya berprilaku sebagai penyembah Allah saja (tauhiid). Karakter tauhiid sejatinya merupakan kesimpulan nilai-nilai dasar amal sehingga amal tersebut menjadi sebuah amal saleh yang memperbaiki hubungannya dengan Allah. Inilah yang menjadi pembeda amal baik dan amal saleh.

Syarat Amal Saleh

Amal yang utama adalah amal yang diterima oleh sang maha pemberi balasan. Tentu ada usaha bagi kita agar menjadikan amal kita menjadi sebuah amal yang bermakna yang menjadikannya terkategorikan sebagai amal saleh. Ulama menyususn berbagai kriteria sebagai usaha dalam menjadikan amal sebgai amal saleh yang diterima tidak sekedar disebut amal baik.

  1. Niat yang ikhlash (innamal a’malu biniyat)
  2. Mencontoh rasul (man amila amalan laisa alaihi amruna fahuwa raddun)
  3. Berdasarkna ilmu (Al Halal Bayyin Alaharam Bayyin)
  4. Menjadi dakwahBermanfaat (Min Husnil Islam Tarkuhu Malaa ya’nihi)
  5. Tidak menimbulkan mudlarat ( Laa dlarar Walaa dliraar)

Dari dasar inilah dasar karakter Tauhiid disusun dengan judul :

  1. Ikhlash
  2. Jujur
  3. Adil
  4. Tanggung Jawab
  5. Santun

Apa Yang Kami Harapkan

Harapan terbesar kami tentulah menjadikan amalan yang kami lakukan sebagai amal saleh yang diterima oleh Allah SWT sebgai bekal kami dikehidupan nanti. Selnajutnya kami brharap pendidikan berbasis karakter tauhiid ini menjadi bekal nilai bagi generasi umat kedepan dalam menghadapi dunianya kedepan yang tentu berbeda dengan jaman kita sekarang. Wallahu a’lam.

KETIKA KRITIKAN MENJADI KRIPIK

Agus Awaludin, S. Pd

www.gurubelajar.wordpress.com


Tit….tit….tit

Bunyi tanda sms di HP mengambil perhatian saya untuk membuka isi pesan singkat didalamnya

Assalam mualaikum ……. dst, dengan penuh hormat seorang ibu dari siswi kami memulai pesan singkatnya

yang isinya memberikan sebuah masukan untuk sekolah tentang pembiasaan olah raga disekolah kami saat Ramadlan

Alhamdulillah

Saya jadi teringat dengan sebuah nasehat seorang khatib yang mengambil hikmah dari sunnah Nabi kita saat memulai khutbah dengan Hamdalah, ada dua hikmah katanya yang pertama bagi yang sedang belajar atau mendengarkan bahwa khutbah dan ceramah atau pelajaran ilmu yang di dapat adalah dalam rangka untuk memuji Allah. yang kedua, bagi yang berbicara adalah jangan sampai dia jatuh kepada kesombongan dan keinginan dipuji karena ceramah yang disampaikannnya karena yang layak di puji adalah Allah yang telah memberikan nikmat hidayah kepada orang yang mendengar ceramahnya.

Masukan Perbaikan

Sebuh masukan akan menjadi kebaikan ketika masukan itu menjadi bahan perbaikan buat yang diberi masukan. masukan adalah sebuah rezeki dari Allah karena memang manusia itu memiliki potensi untuk lalai dan lupa serta potensi untuk melakukan kesalahan.

Ketika kritikan menjadi kripik

Ketika sebuah masukan kita anggap sebagai rejeki maka masukan adalah kripik yang enak rasanya, tapi bila masukan kita persepsikan sebagai serangan maka otak reptil kita yang akan bergerak untuk mencari dalih tanpa sibuk untuk melakukan perbaikan. Jazakumullah bagi orang tua semuanya yang telah memberi masukan untuk kebaikan kemajuan pendidikan. semoga kekuarangan kami sebagai pendidik menjadi amal saleh untuk diperbaiki bapak ibu sekalian. wallahu a’lam

DOBRAK DIRI 

Agus Awaludin, S.Pd

www.gurubelajar.wordpress.com

 

Dalam sebuah pelatihan seorang trainer bercerita mengenai telur elang yang dierami oleh seekor ayam, setelah menetas elang ini di didik dan diajari sebagai seekor ayam, jadilah ia berprilaku seperti layaknya seekor ayam dengan tubuh elangnya, ketika anak elang ini sudah besar dia melihat seekor elang yang terbang tinggi dengan gagahnya, melihat itu iapun berkeinginan menjadi seekor elang yang bisa terbang tinggi ke angkasa. Iapun mencoba untuk terbang tapi ia mengalami kegagalan dan saudara-saudara ayamnya pun menguatkan kegagalannnya dengan memberikan komentar yang menjatuhkan harapannya, akhirnya iapun menyerah dan mati sebagai seekor ayam dengan tubuh seekor elang.

DOBRAK DIRI

Tentu cerita diatas bukan untuk menyoroti lebih baik mana ayam dan elang, cerita diatas memberikan pelajaran buat kita untuk mendobrak kemampuan diri kita karena ketidakmampuan sejatinya dibangun oleh batasan pikiran kita sendiri. setidaknya itulah nasehat yang disampaikan oleh seorang pendiri yayasan bahwa tidak ada yang tidak mungkin kita dapatkan. yang tidak mungkin kita lakukan hanyalah menghidupkan orang yang sudah mati karena tidak ada obatnya. wallahu a’lam.

 

RAMADLAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER

Agus Awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com

 

Ramadlan adalah madrasah Mutamayyizah (sekolah unggulan)

Syaikh Yusuf Qardlawi

Ramadlan adalah kepompong yang merubah ulat menjadi kupu-kupu yang indah

KH. Abdullah gymnastiar

 

Ada satu kerinduan untuk mencoba memaknai kembali ibadah Ramadlan yang akan kita hadapi beberapa hari kedepan ini, sebagai pendidik tentu kita mencoba memaknai ramadlan sebagai bagian dari pendidikan dari Allah untuk kita hambanya yang dikasihiNya.

Ada kekhawatiran sekiranya kita tidak siap untuk di didik Allah melalui ramadlan, namun bisikan lain menghibur diri ini untuk mengharapkan sekiranya Allah selalu memberi kita kekuatan menjadi hamba yang mampu bersyukur.

 

Karakter yang dibangun

Bila kita perhatikan dalam firman Allah SWT mengenai Shaum (Albaqarah, 2: 183-188) sejatinya mengisyaratkan ada 3 karakter yang diharapkan setelah kita menjaklankan ibadah shaum, kalau bahasa saya ada 3 indikator keberhasilan shaum kita, yakni:

  1. Karakter manusia Taqwa (2;183)
  2. Karakter manusia bersyukur (2:185)
  3. Karakter manusia yang diatas kebenaran (2:186)

Karakter itu di didikan kepada kita melalui metode:

  1. Pemberian contoh, dengan mengajak manusia untuk shaum sebagaimana umat yang terdahulupun mereka shaum
  2. Konsisten terhadap aturan sehingga mereka akan menikmati hikmah di balik aturan Allah
  3. Memiliki tata nilai yang jelas yakni menjadikan dirinya sebagai hamba Allah yang senantiasa menjadikan hidupnya sebagai pengabdian kepadaNya.

 

Berkaca dari pendidikan karakter ramadlan

Mengambil pelajaran dari yang Allah didikan kepada kita setidaknya tiga hal itulah yang perlu kita lakukan dalam mendidik dan menginstal karakter baik yang kita inginkan bagi putra-putri kita kedepan agar mereka memiliki karakter unggul yang bisa menjadi jalan keselamatan bagi hidup mereka didunia ini sehingga mereka bisa melewati hidup ini sebagai bekalan untuk bertemu Allah di hari akhir nanti. Wallahu a’lam.

Pendidikan Berbasis Karakter
Oleh : Agus Awaludin
www.gurubelajar.wordpress.com

Pendidikan karakter bagi MIMHa adalah sebagai pembuktian dari hadits Nabi bahwa bila hatinya baik maka seluruh hal pada dirinya akan menjadi baik. maka keyakinan di MIMHa adalah pendidikan karakter justru akan meningkatkan prestasi anak dalam berbagai bidang. Presentasi dibawah ini semoga bisa menjadi inspirasi bagi pembaca semuanya.

http://www.slideshare.net/search/slideshow?q=+pendidikan+berbasis+karakter&submit=post&searchfrom=header

KAMI SUDAH BAYAR BIAYA SEKOLAH ANAK KAMI

Oleh: Agus Awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com

Tanggung jawab Sekolah

Pagi ini saya mendapat telepon dari orang tua mengenai kondisi anaknya, yang dirasakan belum sesuai yang diharapkan oleh orang tua. Otak reptil saya seketika ingin bereaksi dengan melakukan berbagai pembelaaan dari mulai sekolah sudah melakukan yang terbaik, guru juga manusia bukan yang merubah, orang tua juga perlu proaktif, dan lain sebagainya.

Bukan Salahnya Kodok

Sebelum saya bereaksi seperti yang saya pikirkan diatas Alhamdulillah saya masih ingat dengan judul buku salahnya kodok, judul buku yang membuat saya tersadarkan untuk menjadi pribadi yang tidak reaktif namun mencoba mencari solusi yang saling memahami, apakah kiranya bila kita diposisi orang tua yang sudah menitipkan anaknya pada kita dan sudah mengorbankan biaya anak mereka yang cukup besar kepada sekolah. Sangat logis bila mereka berharap agar anak yang dititpkan kesekolah menjadi sesuai harapan mereka.

Perlu ada semangat dari setiap kita untuk tidak hanya melihat masaalah selalu dari sisi orang lain sebagai sumber masalah, kita perlu harus sangat berintropeksi melihat kedalam diri kita untuk mencari jalan perbaikan bagi diri kita sendiri.

Mendengar Empati

Menjadi orang yang berempati tentu bukan menjadi pribadi yang terkungkung dalam menyelesaikan masalah karena faktor kelalaian pribadi, faktor luarpun tetap harus kita perhatikan dengan semangat mencari solusi bersama, untuk itu memang diperlukan semangat menjadi pribadi yang berempati baik dari sekolah maupun dari orang tua.

 

Kami Sudah Bayar Biaya Sekolah Anak kami

Bapak ibu tanpa bermaksud untuk berkelit dari kesalahan kami sebagai guru, izinkan kami berkeluh kepada Bapak ibu sebagaimana kami mendapat masukan dari bapak Ibu tolonglah kami untuk memperbaiki kesalahan kami dengan pijakan mencari kebaikan bersama sungguh kamipun ingin melakukan yang terbaik seperti yang bapak ibu harapkan kepada kami. Salam hormat kami untuk Bapak Ibu orang tua sekalian maaf dan nasehati kami agar selalu bisa melakukan yang terbaik. Wallahu a’lam

 

 

MENGIKUTI BANYAK ORANG

Agus Awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com

 

Rasa aman

Mengikuti banyaknya orang memang menimbulkan kenyamanan karena kita merasa banyak teman, mengikuti banyak orang memang bisa menimbulkan ketenangan karena merasa banyak teman yang senasib dan sudah banyak yang membuktikan. Mengikuti banyak orang memang menimbulkan rasa aman karena kita di dukung oleh banyak orang dan tidak bertentangan dengan kemauan orang banyak serta keumuman orang.

 

Dilema mengikuti banyak orang

Banyak ayat dalam tuntutunan suci kita yang mengatakan “ kebanyakan manusia itu tidak bersyukur, kebanyak manusia itu tidak mengetahui, kebanyakan manusia itu lalai, kebanyakan manusia tidak beriman”. Kita dihadapkan kepada dilema pada satu sisi kita senang kenyaman dengan mengikuti banyak orang pada sisi lain Allah mewanti-wanti kita untuk waspada dengan banyaknya orang.

 

Tidak Sekedar mengikuti

Pilihannya tentu bukan sekedar ikut atau sekedar beda dengan kebanyakan orang karena bila standar pilihan kita hanya sekedar ikut dan sekedar beda akan menimbulkan banyak relatifitas. Mengikuti banyak orang belum tentu salah sebagaimana berbeda dengan banyak orang belum tentu benar. Kebenaran sudahlah jelas yakni Alhaqqu min rabbik inilah standar kita bila kebanyakan orang itu mengikuti kebenaran Allah penting bagi kita mengikutinya dan begitu sebaliknya bila berbeda itu mengikuti Allah maka itulah pilihan kita.

 

Konsistensi Nilai

 Konsistensi akan berpegang pada nilai inilah yang menjadikan kita menjadi pribadi atau sekolah yang memiliki ciri khas. Ditengah pandangan pendidikan yang lebih mengedepankan akademik dan besarnya angka-angka akhir di ujian tanpa memeperhatikan proses dan nilai yang dianut oleh siswa sebagai produk pendidikan, maka sekolah atau pribadi yang keluar dari padangan itu akan menjadi pibadi yang berbeda dan akan nampak seperti melawan arus dari umumnya masyarakat.

 Pilihan berbeda

Sekolah yang memilih untuk berbeda dengan kebanyakan masyarakat tentu akan mendapati reaksi dan ujian, begitulah sunahnya perjuangan dimana waktu yang akan menjawab karena setiap kita sedang menunggu hasil dari amalan yang kita lakukan. Wallahu a’lam.

PANDUAN MEMILIH

Oleh: Agus Awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com

 

“Masihkah layak kita memilih kalau Allah dan Rasulnya telah menetapkan satu urusan (Alquran)

 

TATA NILAI SEKOLAH

Tata nilai merupakan satu hal yang tidak bisa diabaikan ketika sekolah memutuskan untuk menjadi sekolah karakter. Karena tata nilai yang dianut inilah yang akan menjadi dasar sekolah tersebut dalam menentukan pilihan. Dan konsistensi pilihan inilah yang menjadikan sekolah ini menjadi berkarakter. Pilihan tata nilai yang dianut sangat ditentukan oleh pegangan hidup dan nilai yang kita yakini hatta keyakinan tidak memiliki keyakinan merupakan keyakinan yang dipilihnya.

MENGAJARKAN NILAI

Setelah menetapkan pilihan tat nilai yang dipilih pendidik maupun lembaga pendidikan memiliki konsekuensi untuk mewariskan tata nilai nya sadar atau pun tidak interaksi yang dilakukan dalam proses pendidikan adalah bentuk pewarisan nilai.

Bagi kita yang memilih menjadi seorang yang bertata nilai tauhiid maka penting bagi kita untuk menjadikan tata nilai tauhiid menjadi nilai yang kita wariskan karena nilai tauhiid inilah yang akan menjadi karakter dan warisan peradaban dalam pendidikan yang kita lakukan.

Setidaknya ada 5 nilai tauhiid yang perlu kita wariskan kepada anak didik kita yakni:

  1. Ikhlash
  2. Jujur
  3. Adil
  4. Tanggung Jawab
  5. Santun

Karena ke 5 nilai inilah  yang akan menjadikan amalan kita manusia menjadi amal saleh dihadapan penciptanya.

 

 PANDUAN MEMILIH

Selanjutnya dalam membekali hidup dan kehidupan generasi yang kita didik sekarang penting kita bekali mereka softskill kemampuan dalam memilih agar pilihan hidup yang akan mereka lakukan tidak bertentangan dengan tata nilai tauhiid yang kita wariskan. Dalam tuntunan suci kita Allah SWT telah member tuntunan dalam meilih agar hidup kita tidak merugi, yakni:

  1. Patikan pilihan kita memelihara iman kita
  2. Pastikan pilihan kita menjadi amal saleh
  3. Pastikan pilihan kita menjadi contoh kebaikan

Kesemua pilihan ini agar menjadi pilihan yang konsisten perlu disertai dengan kesabaran, karena syetan tidak akan ridlo kalau manusia bisaberuntung dengan hidupnya. Wallahua’lam.