Pidato Anak Usia 12 Tahun Bikin forum PBB Terdiam


Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki seorang  anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s
Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak” yg mendedikasikan diri Untuk
belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah” lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana
pada saat itu Seveern yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg
memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia
terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa
membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang
penuh dengan orang” terkemuka yg berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yg
meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: (sumber The Collage Foundation):

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental
Children Organization
Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak” berusia 12 dan 13
tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister,
Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang
kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa
bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak
memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya
saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau
rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua
generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak” yg kelaparan di seluruh dunia yang
tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang” yang sekarat yang tidak
terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. kami
tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya
lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada
bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan”nya penuh dengan kanker. Dan
sekarang kami mendengar bahwa binatang” dan tumbuhan satu persatu mengalami
kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang”
liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu”.
tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal” tersebut bahkan masih ada untuk
dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah” kecil ini ketika anda
sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan nya.
Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya
tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama
seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah
punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di
tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir..
Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenernya anda adalah ayah dan
ibu, saudara laki” dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua
adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah
bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar,
terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di
planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal
tersebut.
Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua
menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan
yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu
untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli
sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu
tetap saja negara” di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang
memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan
papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan
perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan
waktu dengan anak” yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut
memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku
akan memberikan anak” jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat
tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang ” .
Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia
untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak” tersebut berusia sama
dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang
begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak” yang hidup
di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ;
seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .
Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang
dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan
menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia
ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat
baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.
Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak..
Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya
tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda melakukan
hal ini – kami adalah anak” anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan
dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat
memberikan kenyamanan pada anak” mereka dengan mengatakan ” Semuanya akan
baik-baik saja “. ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan’ dan
‘ ini bukanlah akhir dari segalanya’
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada
kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?
Ayah saya selalu berkata ‘ kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu
bukan oleh kata” mu ‘
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. kalian
orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.
Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata” tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB,
membungkam seluruh Orang” penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya,
setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang hadir diruang pidato
tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia
12 tahun.
dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..
” Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena saya
baru saja disadarkan betapa penting na linkungan dan isi nya disekitar kita
oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa
selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar
naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin… Saya … tidak kita
semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun “

SABAR dan HARAPAN

Agus Awaludin, S.Pd

www. gurubelajar.wordpress.com

” Pak,  saya harus bagaimana, setiap hari anak saya ini mengeluarkan kata-kata kotor, belum lagi dia kalau marah suka mukul teamannya. saya harus bagaimana ya Pak?”

ilustrasi ini adalah sebagaian keluhan rekan guru kami di sekolah tempat dimana kami berharap menyemai generasi Tauhiid, dan kami bisa menenam banyak amal saleh, MIMHa.

Solusi Psikolog

Sebagai bagian dari solusi tentu saya yang tidak rela kalau saya hanya berpangku tangan dengan keluhan guru ini, sayapun mengontak psikolog sekolah untuk meminta advice bagaimana menangani anak yang Allah titipkan kepada kami ini sebagai amal saleh. Berbagai tips yang sedikit banyak kami telah ketahui diberikan oleh psikolg kami bagaimana menangani anak ini. langkah itu pun kami terapkan sebagaimana arahan beliau.

Tidak semudah membalikan telapak tangan

Sejatinya hidayah itu hanyalah dari Allah manusia hanyalah mengusahakan, langkah yang kami lakukan tentu tidak langsung merubah prilaku anak itu dalam sekejap, dia perlu beradaptasi layaknya manusia yang tentu mengalami perubahan secara bertahap seiring dengan waktu. memang tidak ada yang mudah tapi  tentu Allah tidak akan menyi-nyiakan amalan hambanya yang beriman.

Tantangan Waktu

Masalah bagi kita kedepan adalah bagaimana kita memiliki kesabaran untuk menunggu dan menyaksikan perubahan anak kita sedikit demi sedikit yang kadang mungkin bisa jadi tidak kita dapatkan hatta dia sudah lulus dari sekolah kita. disinilah kesabaran dibutuhkan bagi seorang pendidik. lihatlah bagaimana sang Maha pendidikan Allah SWT yang mendidik kita hambanya dengan kesabaran dan selalu memberi kita peluang dan kesempatan untuk terus memperbaiki diri tanpa pernah putus asa memberi dan mencurahkan kasih sayangnya kepada kita.

Sabar dan harapan

Berkaca dari bimbingan Allah di dalam kitabnya bahwa sabar adalah sesuatu yang berat kecuali bagi hamba Allah yang yakin akan bertemu dengannya. Disinilah hubungan antara kesabaran dan harapan semakin besar harapan kita maka semakin kuat nilai kekuatan kesabaran kita dan tentu harapan yang paling bisa diharapkan adalah harapan dari balasan sang pencipta yang tidak pernah mengecewakan hambanya yang beramal.

Bapak Ibu guru memang dalam mendidik kita akan selalu ditantang untuk meningkatkan kesabaran kita, tapi yakinlah harapan itu masih ada dan tidak akan pernah putus, bukankah Allah telah menjanjikan kepada hambanya yang menanam kebaikan karunia yang besar di hari yang tidak ada akhirnya dikemudian hari. semoga apapun yang kita lakukan sekarang, kesulitan apapun yang kita hadapi Allah akan mendatangkan balsannya dikemudian hari untuk kita hambaNya yang merindukannya.

APA YANG HILANG DALAM PENDIDIKAN ?

(Melihat lebih dalam)

Agus Awaludin, S.Pd

www.gurubelajar.wordpress.com

Berawal dari Obrolan

Dalam sebuah obrolan ringan ada sebuah ide segar yang mengalir memenuhi rasa dahaga  yang saya rasakan ketika melihat dunia pendidikan. Rasa dahaga yang selama ini saya rasakan ketika mencoba untuk membuka lebih dalam apa yang terjadi dengan dunia pendidikan yang saya lihat sekarang.

Pemandangan ketika wajah pendidikan ini terlihat sebagai dunia mata pelajaran, nilai-nilai yang tidak jelas  sehingga warisan budaya apa yang ingin diberikan menjadi tidak kelas.

Dahaga itu terpenuhi sudah ketika seorang ustadz mengatakan hakikat pendidikan sejatinya adalah mewariskan nilai, dan membuat anak mau belajar. Materi pelajaran sejatinya merupakan materi yang sudah kadaluarsa untuk selalu jadi pegangan anak karena ilmu pengetahuan akan selalu berkembang, maka yang terpenting adalah bagaimana mereka mau terus belajar dalam hidup dan kehidupannya serta memiliki nilai-nilai yang akan menjadi hal yang mempengaruhi keputusan hidupnya.

Mau Belajar

Kata kunci ini digambarkan dengan kata How to learn ? sebagai keterampilan yang perlu diwariskan kepada anak didik kita, sehingga mereka mampu memecahkan berbagai macam masalah sebagai hasil dari berbagai pilihan yang akan mereka temukan dalam hidupnya, sayang bila pelayan pendidikan menafikan masalah ini bisa kita bayangkan profil anak seperti apa yang akan terlahir dalam dunia pendidikan yang tidak mengajarkan agar mereka tahu dan mau belajar.

semoga lintasan diskusi ini menjadi sebuah hal yang mengingatkan kita semua. wallahu a’lam.

DASAR KARAKTER IKHLASH

Agus Awaludin

www. gurubelajar.wordpress.com

PONDASI KARAKTER TAUHIID

Bila saya ditanya apakah dasar dari pondasi generasi berkarakter tauhiid, maka karakter ikhlashlah dasarnya. Karakter inilah yang menjadi ruh bagi dasar karakter yang lain, karena sejatinya hidup ini merupakan pengabdian kepada Allah dan pengabdian seperti apa yang Allah SWT inginkan adalah pengbdian yang ikhlash hanya kepadaNYa. Dari dasar karakter inilah dasar karakter lain muncul sebagai konsekuensi dari pengabdiannya kepada Allah.

Ikhlash

Karakter ikhlash yang ingin ditanamkan pada pembiasaan karakter dalam pendidikan karakter tauhiid adalah pembiasaan yang diawali dari kesadaran bahwa dirinya adalah makhluk Rab yang telah diciptakan, diurusi, dan diberi rejeki. Maka sudah sepatutnya dia mengagungkan dan memulyakan Allah melalui prilaku kesehariannnya. Selanjutnya setelah mereka mampu mengagungkan Allah sebagai Rab yang telah memberi mereka banyak hal, maka mereka selanjutnya meneruskan menginstal diri mereka untuk menjadikan hidup sebgai pengabdian pada Allah.

Tujuan Pembiasaan Karakter Ikhlash

Pendidikan karakter ikhlash di MIMHa pada dasarnya ingin membekali segenap komuitas pembelajar MIMHa untuk menjadikan Allah sebagai dasar apa yang dilakukannya. Apapun aktivitas yang dia pilih dan kebaikan apapun yang ingin dilakukannnya diharapkan berlandaskan sebagai pengabdiannya kepada Allah. Ramahnya mereka, senyumnya mereka, membuang sampahnya mereka, memberi salamnya mereka diharapkan semuanya ditujukan sebagai pengabdian pada Allah. Wallahu a’lam.

DASAR PENDIDIKAN KARAKTER

Agus awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com

Pendidikan Karakter

Kata kunci dari pendidikan karakter adalah pembiasaan. Dalam pendidikan karakter setidaknya ada 3 rumusan teknik membiasakan yakni, Ketahui, Cintai dan lakukan. 3 rumusan pendidikan karakter  inilah yang menjadikannya berbeda dari pendidikan moral atau budi pekerti.

Dasar Pendidikan Karakter tauhiid

Karakter tauhiid dasar berpikirnya dibangun atas kesadaran bahwa kita adalah makhluk dan hamba Allah saja, tidak pantas bagi kita memberikan hak-hak penyembahan kepada selainnya. Dari dasar berpikir inilah maka perlu dibuat sebuah penanaman pembiasaan karakter yang menjadikan outputnya berprilaku sebagai penyembah Allah saja (tauhiid). Karakter tauhiid sejatinya merupakan kesimpulan nilai-nilai dasar amal sehingga amal tersebut menjadi sebuah amal saleh yang memperbaiki hubungannya dengan Allah. Inilah yang menjadi pembeda amal baik dan amal saleh.

Syarat Amal Saleh

Amal yang utama adalah amal yang diterima oleh sang maha pemberi balasan. Tentu ada usaha bagi kita agar menjadikan amal kita menjadi sebuah amal yang bermakna yang menjadikannya terkategorikan sebagai amal saleh. Ulama menyususn berbagai kriteria sebagai usaha dalam menjadikan amal sebgai amal saleh yang diterima tidak sekedar disebut amal baik.

  1. Niat yang ikhlash (innamal a’malu biniyat)
  2. Mencontoh rasul (man amila amalan laisa alaihi amruna fahuwa raddun)
  3. Berdasarkna ilmu (Al Halal Bayyin Alaharam Bayyin)
  4. Menjadi dakwahBermanfaat (Min Husnil Islam Tarkuhu Malaa ya’nihi)
  5. Tidak menimbulkan mudlarat ( Laa dlarar Walaa dliraar)

Dari dasar inilah dasar karakter Tauhiid disusun dengan judul :

  1. Ikhlash
  2. Jujur
  3. Adil
  4. Tanggung Jawab
  5. Santun

Apa Yang Kami Harapkan

Harapan terbesar kami tentulah menjadikan amalan yang kami lakukan sebagai amal saleh yang diterima oleh Allah SWT sebagai bekal kami dikehidupan nanti. Selanjutnya kami berharap pendidikan berbasis karakter tauhiid ini menjadi bekal nilai bagi generasi umat kedepan dalam menghadapi dunianya  yang tentu berbeda dengan jaman kita sekarang. Wallahu a’lam.

KETIKA KRITIKAN MENJADI KRIPIK

Agus Awaludin, S. Pd

www.gurubelajar.wordpress.com


Tit….tit….tit

Bunyi tanda sms di HP mengambil perhatian saya untuk membuka isi pesan singkat didalamnya

Assalam mualaikum ……. dst, dengan penuh hormat seorang ibu dari siswi kami memulai pesan singkatnya

yang isinya memberikan sebuah masukan untuk sekolah tentang pembiasaan olah raga disekolah kami saat Ramadlan

Alhamdulillah

Saya jadi teringat dengan sebuah nasehat seorang khatib yang mengambil hikmah dari sunnah Nabi kita saat memulai khutbah dengan Hamdalah, ada dua hikmah katanya yang pertama bagi yang sedang belajar atau mendengarkan bahwa khutbah dan ceramah atau pelajaran ilmu yang di dapat adalah dalam rangka untuk memuji Allah. yang kedua, bagi yang berbicara adalah jangan sampai dia jatuh kepada kesombongan dan keinginan dipuji karena ceramah yang disampaikannnya karena yang layak di puji adalah Allah yang telah memberikan nikmat hidayah kepada orang yang mendengar ceramahnya.

Masukan Perbaikan

Sebuh masukan akan menjadi kebaikan ketika masukan itu menjadi bahan perbaikan buat yang diberi masukan. masukan adalah sebuah rezeki dari Allah karena memang manusia itu memiliki potensi untuk lalai dan lupa serta potensi untuk melakukan kesalahan.

Ketika kritikan menjadi kripik

Ketika sebuah masukan kita anggap sebagai rejeki maka masukan adalah kripik yang enak rasanya, tapi bila masukan kita persepsikan sebagai serangan maka otak reptil kita yang akan bergerak untuk mencari dalih tanpa sibuk untuk melakukan perbaikan. Jazakumullah bagi orang tua semuanya yang telah memberi masukan untuk kebaikan kemajuan pendidikan. semoga kekuarangan kami sebagai pendidik menjadi amal saleh untuk diperbaiki bapak ibu sekalian. wallahu a’lam

DOBRAK DIRI 

Agus Awaludin, S.Pd

www.gurubelajar.wordpress.com

 

Dalam sebuah pelatihan seorang trainer bercerita mengenai telur elang yang dierami oleh seekor ayam, setelah menetas elang ini di didik dan diajari sebagai seekor ayam, jadilah ia berprilaku seperti layaknya seekor ayam dengan tubuh elangnya, ketika anak elang ini sudah besar dia melihat seekor elang yang terbang tinggi dengan gagahnya, melihat itu iapun berkeinginan menjadi seekor elang yang bisa terbang tinggi ke angkasa. Iapun mencoba untuk terbang tapi ia mengalami kegagalan dan saudara-saudara ayamnya pun menguatkan kegagalannnya dengan memberikan komentar yang menjatuhkan harapannya, akhirnya iapun menyerah dan mati sebagai seekor ayam dengan tubuh seekor elang.

DOBRAK DIRI

Tentu cerita diatas bukan untuk menyoroti lebih baik mana ayam dan elang, cerita diatas memberikan pelajaran buat kita untuk mendobrak kemampuan diri kita karena ketidakmampuan sejatinya dibangun oleh batasan pikiran kita sendiri. setidaknya itulah nasehat yang disampaikan oleh seorang pendiri yayasan bahwa tidak ada yang tidak mungkin kita dapatkan. yang tidak mungkin kita lakukan hanyalah menghidupkan orang yang sudah mati karena tidak ada obatnya. wallahu a’lam.

 

RAMADLAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER

Agus Awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com

 

Ramadlan adalah madrasah Mutamayyizah (sekolah unggulan)

Syaikh Yusuf Qardlawi

Ramadlan adalah kepompong yang merubah ulat menjadi kupu-kupu yang indah

KH. Abdullah gymnastiar

 

Ada satu kerinduan untuk mencoba memaknai kembali ibadah Ramadlan yang akan kita hadapi beberapa hari kedepan ini, sebagai pendidik tentu kita mencoba memaknai ramadlan sebagai bagian dari pendidikan dari Allah untuk kita hambanya yang dikasihiNya.

Ada kekhawatiran sekiranya kita tidak siap untuk di didik Allah melalui ramadlan, namun bisikan lain menghibur diri ini untuk mengharapkan sekiranya Allah selalu memberi kita kekuatan menjadi hamba yang mampu bersyukur.

 

Karakter yang dibangun

Bila kita perhatikan dalam firman Allah SWT mengenai Shaum (Albaqarah, 2: 183-188) sejatinya mengisyaratkan ada 3 karakter yang diharapkan setelah kita menjaklankan ibadah shaum, kalau bahasa saya ada 3 indikator keberhasilan shaum kita, yakni:

  1. Karakter manusia Taqwa (2;183)
  2. Karakter manusia bersyukur (2:185)
  3. Karakter manusia yang diatas kebenaran (2:186)

Karakter itu di didikan kepada kita melalui metode:

  1. Pemberian contoh, dengan mengajak manusia untuk shaum sebagaimana umat yang terdahulupun mereka shaum
  2. Konsisten terhadap aturan sehingga mereka akan menikmati hikmah di balik aturan Allah
  3. Memiliki tata nilai yang jelas yakni menjadikan dirinya sebagai hamba Allah yang senantiasa menjadikan hidupnya sebagai pengabdian kepadaNya.

 

Berkaca dari pendidikan karakter ramadlan

Mengambil pelajaran dari yang Allah didikan kepada kita setidaknya tiga hal itulah yang perlu kita lakukan dalam mendidik dan menginstal karakter baik yang kita inginkan bagi putra-putri kita kedepan agar mereka memiliki karakter unggul yang bisa menjadi jalan keselamatan bagi hidup mereka didunia ini sehingga mereka bisa melewati hidup ini sebagai bekalan untuk bertemu Allah di hari akhir nanti. Wallahu a’lam.

Pendidikan Berbasis Karakter
Oleh : Agus Awaludin
www.gurubelajar.wordpress.com

Pendidikan karakter bagi MIMHa adalah sebagai pembuktian dari hadits Nabi bahwa bila hatinya baik maka seluruh hal pada dirinya akan menjadi baik. maka keyakinan di MIMHa adalah pendidikan karakter justru akan meningkatkan prestasi anak dalam berbagai bidang. Presentasi dibawah ini semoga bisa menjadi inspirasi bagi pembaca semuanya.

http://www.slideshare.net/search/slideshow?q=+pendidikan+berbasis+karakter&submit=post&searchfrom=header

KAMI SUDAH BAYAR BIAYA SEKOLAH ANAK KAMI

Oleh: Agus Awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com

Tanggung jawab Sekolah

Pagi ini saya mendapat telepon dari orang tua mengenai kondisi anaknya, yang dirasakan belum sesuai yang diharapkan oleh orang tua. Otak reptil saya seketika ingin bereaksi dengan melakukan berbagai pembelaaan dari mulai sekolah sudah melakukan yang terbaik, guru juga manusia bukan yang merubah, orang tua juga perlu proaktif, dan lain sebagainya.

Bukan Salahnya Kodok

Sebelum saya bereaksi seperti yang saya pikirkan diatas Alhamdulillah saya masih ingat dengan judul buku salahnya kodok, judul buku yang membuat saya tersadarkan untuk menjadi pribadi yang tidak reaktif namun mencoba mencari solusi yang saling memahami, apakah kiranya bila kita diposisi orang tua yang sudah menitipkan anaknya pada kita dan sudah mengorbankan biaya anak mereka yang cukup besar kepada sekolah. Sangat logis bila mereka berharap agar anak yang dititpkan kesekolah menjadi sesuai harapan mereka.

Perlu ada semangat dari setiap kita untuk tidak hanya melihat masaalah selalu dari sisi orang lain sebagai sumber masalah, kita perlu harus sangat berintropeksi melihat kedalam diri kita untuk mencari jalan perbaikan bagi diri kita sendiri.

Mendengar Empati

Menjadi orang yang berempati tentu bukan menjadi pribadi yang terkungkung dalam menyelesaikan masalah karena faktor kelalaian pribadi, faktor luarpun tetap harus kita perhatikan dengan semangat mencari solusi bersama, untuk itu memang diperlukan semangat menjadi pribadi yang berempati baik dari sekolah maupun dari orang tua.

 

Kami Sudah Bayar Biaya Sekolah Anak kami

Bapak ibu tanpa bermaksud untuk berkelit dari kesalahan kami sebagai guru, izinkan kami berkeluh kepada Bapak ibu sebagaimana kami mendapat masukan dari bapak Ibu tolonglah kami untuk memperbaiki kesalahan kami dengan pijakan mencari kebaikan bersama sungguh kamipun ingin melakukan yang terbaik seperti yang bapak ibu harapkan kepada kami. Salam hormat kami untuk Bapak Ibu orang tua sekalian maaf dan nasehati kami agar selalu bisa melakukan yang terbaik. Wallahu a’lam