DIANTARA JALAN KEBAHAGIAAN DAN JALAN KECELAKAAN

29 01 2010

DIANTARA JALAN KEBAHAGIAAN DAN JALAN KECELAKAAN

Agus Awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com

Posisi Strategi Guru

Sesuatu akan menjadi penting ketika sesuatu itu memberikan banyak manfaatnya sehingga keberadaanya diperhitungkan dan memiliki kedudukan yang penting akan keberadaannya. Posisi kita sebagai guru akan menjadi sesuatu yang dianggap penting bila kita memang melayakan diri (istilah Mario Teguh)  dan berpola tingkah sebagai orang yang penting. Maka tidak perlu kita takut akan dipecat bagi yang menjadi guru swasta atau tidak akan naik golongan bila guru PNS bila kita memang seorang guru yang penting dan memiliki nilai strategis disekolah kita. Tidak perlu kita teriak-teriak untuk diperhatikan nasib kita sebagai guru karena kalau keberadaan kita memberi banyak manfaat maka kita akan menjadi profesi yang penting dan akan dibutuhkan orang banyak dan otomatis akan diperhatikan keberadaannya.

Diantara Jalan kebahagiaan dan Jalan Kecelakaan

Posisi pendidik sejatinya adalah posisi yang berada diantara jalan yang akan menghantarkan kita mendapat kebahagiaan dan kecelakaan, mendapat kebahagiaan ketika kita memposisikan sebagai penyeru kebaikan, mewariskan pengabdian kepada Tuhan, mengarahkan anak kita dengan posisi kita kepada kataatan dan ketaqwaan. menjadi jalan kecelakaan ketika kita berposisi sebagai orang yang mewariskan kepada generasi penentangan kepada jalan kebaikan dan jalan ketaatan serta ketaqwaan kepada Allah. Bisa jadi generasi kedepan menjadi generasi yang Alloh Ridhai atau generasi yang terlaknat karena warisan kita kepada mereka.

Guru yang mewariskan peradaban

Kesadaran posisi guru yang akan menjadi jalan kebaikan dan keburukan buat kita inilah semestinya yang menjadi semangat bagi kita untuk terus peka terhadap peradaban kedepan yang ingin kita wariskan untuk generasi sesudah kita. Guru adalah posisi strategis untuk mewariskan peradaban yang lebih baik dari peradaban yang kita ingin kita tegakan kedepan. wallahu a’lam





MEMBANGUN PERADABAN

18 01 2010

MEMBANGUN PERADABAN

Agus Awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com

” Sekolah yang akan kita bangun pak Agus adalah sekolah yang membawa peradaban” (Pak Edi SIGM)

Sekolah Peradaban

berawal dari mimpi sebuah sekolah yang menghidupkan, sekolah yang memotivasi semua yang berada dan terlibat di dalamnya untuk senantiasa belajar, sebagai sebuah komunitas pembelajar. Sekolah yang menjadi jalan menegakan kasih sayang untuk seluruh alam, sekolah yang mewariskan nilai-nilai kehidupan yang akan menjadikan amalan kita tidak hanya bernilai di dunia tapi juga akhirat nanti, itulah sekolah peradaban yang kami impikan dekat dengan kami.

Memilih Peradaban

Sadar ataupun tidak saat ini kita berada dalam sebuah peradaban yang memaksa kita untuk mengikuti apa kemauannya, sehingga kadang terpaksa atau yang paling menyedihkan secara tidak sadar kita menjadi bagian peradaban yang kita sendiri tidak tahu apa tujuan dari peradaban yang berlangsung sekarang ini. Sebagai seorang yang bertauhiid semestinya kita perlu keluar dari “penjajahan peradaban’ yang tidak kita fahami, kita perlu memilih peradaban yang kita inginkan peradaban yang kita rencanakan sendiri dengan tujuan yang memang kita inginkan.

Kedudukan Strategis sekolah terhadap peradaban

Pendidikan merupakan tempat yang sangat strategis untuk mewujudkan mimpi peradaban yang kita pilih, disinilah pentingnya visi peradaban dimiliki oleh sebuah sekolah sehingga sekolah menjadi sebuah tempat untuk mewariskan dan mewujudkan peradaban baik yang diinginkannya.

Peradaban pilihan Kami

Pilihan kami sebagai generasi Tauhid adalah peradaban Tauhid yang rahmatan lilalamin, peradaban yang menjadikan hanya Allah sebagai dzat yang diibadahi, diikuti dan dituju. semoga. Aamiin.





KITA BUTUH PERTOLONGANNYA

8 01 2010

KITA BUTUH PERTOLONGANNYA

Agus Awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com

Anak individu yang unik

Hampir saya merasa kehilangan kata untuk menuliskan topik ini, topik yang mudah dituliskan tapi akan berdampak banyak pengaruhnya terhadap proses pendidikan. Paradighma anak sebagai individu unik akan berdampak pada pelayanan, kurikulum, penilaian, sarana prasarana dan proses belaja lainnya. kesemuanya akan menuntut keunikan pula bagi tiap anak yang unik.

Keseimbangan Paradighma

Ketakutan kita agar dapat melayani keunikan anak bisa jadimenimbulkan ketakutan kita sebagai pendidik, bahkan boleh jadi membuat kita takut menjadi seorang pendidik. Rasa takut ini bagi saya penting untuk kita miliki karena akan menjadikan kita menjadi pendidik yang tidak merasa suci dan merasa sempurna dalam melaksanakan amanah sebagai pendidik. Bahkan bila dikelola dengan baik rasa takut ini akan menjadi sebuah bahan bakar ntuk memperbaiki diri kita sebgai pendidik.

Pertolongan Allah

Banyak hal yang bisa menjadikan kita untuk takut dalam berbuat, banyak masalah yang selalu akan menghampiri kita sebagai pendidik yang kadang mempengaruhi pilihan kita sebagai pendidik dan menjadi tekanan yang dapat beratkan pundak-pundak kita. tapi bapak ibu yakinlah banyak haltidak bisa kita selesaikan dalam hidup dengan ikhtiar kita tapi Allah yang selesaikan buat kita. karena itu kedekatan kita kepada Allah mutlak sebagai sebuah kebutuhan kita sebagai pendidik, arena banyak hal dalam hidup kita yang tidak bisa diselesaikan kecuali dengan kuasa dan pertolongan dari Rab yang menguasai dan menjadikan tertawa dan menangis serta sebab-sebabnya. wallahu a’lam





“KETERBATASAN ILMU’

30 12 2009

“GURUMU TIDAK SERBA TAHU NAK”

Agus Awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com

“Wahai Musa aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, dan kamu (Musa) mengetahui apa yang tidak aku mengetahui.” (kisah nabi Khidlir HR. Bukhari)

Setetes ilmu dilautan samudra ilmu

Apa yang membuat kita menjadi seorang guru yang tidak mau belajar, bukankah banyak hal yang tidak ketahui dibandingkan dengan yang kita ketahui. bukankah ilmu yang kita miliki laksana setes air diparuh burung laut dan ilmu Allah itu seluas samudra yang membentang. Jadi alasan apa dihadapan sang pencipta nanti ketika kita berkilah sebagai guru alasan kita tidak belajar menuntut ilmu.

“apakah kalian menyuruh mansia kepada kebaikan sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri, apakah tidak kalian berakal” (Alquran)

Sering kali kita meminta anak didik kita untuk giatbelajar, tapi lihat diri kita berapa banyak waktu yang kita lakukan untuk melakukan proses belajar. proses sertifikasi guru yang semestinya menjadi triger untuk belajar malahan menjadi lahan baru dosa yang kita kerjakan karena ketidak mauaan kita untuk belajar. Tidaklah kita takut dan merah muka kita karena bila nanti dibukakan sejatinya diri kita di depan anak didik kita seberapa sungguh-sungguh kita untuk terus belajar.

Kami banyak tidak tahu nak?

Bapak ibu guru banyak hal yang harus kita akui, kita tidak serba tahu sebagai pendidik, maka tidak perlu kita malu untuk sama-sama mencari tahu dengan anak didik kita, belum terlambat kiranya jiwa ini untuk mengatakan kepada anak didik kita : ‘Nak bapak belum tahu masalah itu, yuk kita cari tahu sama-sama semoga Allah membukakan hati dan kefahaman untuk kita mudah memahaminya”. Doa kami untukmu nak lebih baik dari kami guru mu yang memiliki banyak ketidak tahuan. wallahu a’lam





MEMAKNAI TANGGUNG JAWAB PENDIDIK

25 12 2009

MEMAKNAI TANGGUNG JAWAB PENDIDIK

Agus Awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com

“Pak, mendidik itu gratis karena tanggung jawab kita mewariskan kepada generasi sesudah kita nilai-nilai yang baik, tapi kalau belajar tidak mungkin tanpa biaya”. (Inspirasi dari Bapak Pensiunan Kepala Sekolah di Angkutan Umum)

Guru Pendidik

Sebuah inspirasi siang saat saya berjumpa dengan Bapak yang dulunya menjadi kepala sekolah di sebuah sekolah dasar, sebuah inspirasi bagi saya dan sangat mengingatkan, selama ini kita sebagai guru bisa jadi telah terjebak dengan angka pada rapot dan target materi yang akan diujikan padahal kalau kita mau jujur untuk mengembalikan makna sekolah adalah pendidikan, dan pendidikan sejatinya membiasakan nilai yang baik agar mereka menjadi manusia yang bernilai.

UAN dan Dilema Pendidikan

Ketakutan kita terhadap UAN menjadikan kita mendewakan materi pelajaran dan mengesampingkan pendidikan nilai dilembaga tempat kita semestinya melakukan pendidikan, sekolah menjadi bergeser mencetak para ensiklopedian dengan ketiadaan nilai yang cukup untuk memanfaatkan pengetahuan yang mereka miliki dalam kehidupannya. Kelulusan UAN menjadi gengsi dan ketakutan yang kita ciptakan sendiri sehingga menggunakan beragam trik dan tips agar anak didik kita bisa lulus ujian yang ak jarang menghancurkan nilai-nilai kebaikan. Sebuah dilema nyata dalam UAN dan pendidikan.

Tanggung Jawab Kita

Pendidikan memang bukan hanya tanggung jawab kita saja, tapi memang profesi kita adalah bagian dari yang bertangung jawab padanya bisa jadi mereka yang telh korupsi selama ini, mereka yang telah menjual Narkoba, berzina, melakukan pendoliman pada rakyat sedikit banyak sahamnya adalah hasil dari pendidikan kita di sekolah. Semoga mengingatkan diwaktu kita melaporkan hasil pembelajaran untuk anak-anak kita pada akhir desember ini. wallahu a’alam





Keluar Dari Belenggu

22 12 2009

Keluar Dari Belenggu

(Pendirian MTs Informatika MIMHa)

“Sekolah informatika yang kita buat Pak Agus bukan SMP dengan tambahan materi informatika, tapi bagaimana membiasakan anak menggunakan informatika sebagai salah satu jalan untuk belajar” (Pak Iwan guru IT MIMHa)

Keluar dari belenggu

Semangat keluar dari belenggu inilah yang mengilhami MIMHa mendirikan Madrasah Tsanawiyah Informatika (MTs Informatika) MIMHa. Semangat keluar dari kacamata bahwa sumber belajar hanya guru tapi menjadikan seluruh yang berada disekitar mereka berupa segala informasi sebagai sesuatu yang bisa menjadi bahan belajar agar menjadi pelajaran untuk hidup dan kehidupannya. Inilah semangat keluar dari belenggu yang kami maksudkan, sebagai semangat awal mendirikan MTs Informatika.

Informatika di MTs MIMHa

Informatika bagi kami adalah jalan dakwah yang saat ini perlu dikuasai oleh para generasi rabbani untuk menjadi jalan misi mereka belajar dan mengajarkan Quran sehingga peradaban Rahmatn lilalamin ini bisa kembali terwujud dalam hidup dan kehidupannya. Pengajaran informatika di MTS MIMHa merupakan pengajaran nilai-nilai IT yang terbuka, jujur, ilmiah  dan berasakan semangat nilai Tauhid yang menjadi dasar dan nilai yang ingin diwariskan disekolah kami.

Iftitah

Iftitah adalah kata yang kami pilih sebagai penutup, karena proses ini kami harapkan terusmembuka kebijaksanaan baru bagi kami para pembelajar di Komunitas Pembelajar MIMHa, semoga Allah menguatkan dan menjadikannya sebagai amal saleh yang diterima. aaminn.





KETIKA GURU MENJADI BELENGGU

21 12 2009



KETIKA GURU MENJADI BELENGGU

Agus Awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com

Kesombongan Guru

Menjadi guru kadang menjadikan kita menjadi pribadi sombong seolah-olah semua ilmu sumbernya dari kita. Buktinya kita secara sadar atau tidak menjadikan diri kita sebagai satu-satunya sumber belajar pada anak dengan pendekatan kita yang membuat anak didik kita tergantung kepada kita. Kita sebgai guru tidak membiarkan mereka untuk bereksplorasi dari berbagai sumber belajar untuk memecahkan masalah anak didik kita. Secara sadar atau tidak kita telah menjadikan diri kita sebagai satu-satunya sumber kebenaran untuk anak didik kita.

Bingkai Guru

Tahukah kita bahwa ilmu pengetahuan dan keterampilan terus berkembang maju kedepan dan ilmu yang kita ajarkan kepada anak didik kita pada saat ini sangat mungkin sudah kadaluarsa mengingat sangat cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan pada saat sekarang ini. Apa yang terjadi bila kita menjadi bingkai yang membatasi anak didik kita untuk mencari sumber belajar maka anak kita akan menjadi sebuah katak yang terkurung dalam tempurung yang terjajah oleh pola pikir yang diwariskan oleh kita yang mendidiknya sehingga mereka tidak terbuka untuk menerima kebenaran karena tidak memiliki keterampilan untuk mengakses belajar dan kebijaksanaan selain dari kita gurunya yang telah menelikungnya.

Prioritas Pendidikan

Keasyikan kita sebagai guru sebagai sumber ilmu menjadikan kita lebih memfokuskan diri kita menjadi manusia super di depan anak didik kita sehingga semua kebenaran ada di kita, sehingga yang terjadi menjadikan kita fokus untuk menjejali anak didik kita dengan pngetahuan dan keterampilan yang tidak bermakna untuk mereka karena tidak bisa mereka aplikasikan dalam masalah dalam keseharian mereka. Nilai yang mestinya menjadi fokus kita agar mereka mampu menyaring informasi, berkarakter dan mampu untuk mengakses sumber belajar lebih luas ketika kita tidak bersama mereka menjadi hal yang terlewatkan bahkan tidak menjadi prioritas dalam pengajaran kita sehingga jadilah proses KBM hanya sebatas proses pembelajaran bukan proses pendidikan sebagai pewarisan nilai untuk menjadikan anak kita kedepan bisa menghadapi zamannya yang berbeda secara aktual sehingga memerlukan cara berpikir yang berbeda dengan cara berpikir kita sekarang ini.

Hisab diri

Sebagai guru kita perlu untuk menyadari bahwa kita bukan orang yang sudah benar tapi mengikuti kebenaran sehingga menjadikan kita lebih rendah hati untuk tidak menjadikan kita sebgai belenggu dan bingkai untuk anak didik kita, bersabar unuk mereka berproses dan menjadi diri mereka serta fokus terhadap pewarisan nilai mudah-mudahan menjadikan mereka lebih siap menghadapi masa yang jauh lebih komplek dari zaman kita sekarang ini, semoga Allah yang Maha Agung selalu mengingatkan kita dari menjadika diri kita sebagai “tuhan” untuk anak didik kita. Wallahu a’lam





DASAR KARAKTER ADIL

17 12 2009

DASAR KARAKTER ADIL

Agus Awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com


Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (Alquran)

Ruh Karakter Adil

Dasar ketiga dari karakter Tauhiid adalah dasar karakter adil, karakter ini merupakan merupakan intisari dan kata kunci dari sikap hamba yang mencintai ilmu dan para pembawanya. Sikap adil yang diharapkan tumbuh adalah sikap adil yang terlahir dari keilmuan yang dimiliki. Oleh karenanya konsekuensi logis dari orang yang ingin mencapai derajat berkarakter adil adalah kecintaan, kesungguhan, pemahaman dan pelaksanaan orang tersebut kepada ilmu. Dengan ilmu yang diketahui dan difahaminya maka diaharapkan  akan mendorong pelakunya untuk mampu bersikap adil dalam segala aspek kehidupannya.

Adil sebagai keseimbangan

Keikhlasan sebagai landasan dengan komitmen terhadap kebenaran yang kuat memiliki konsekuensi untuk menjadi pribadi yang berilmu dalam pelaksanaannnya. Ilmu akan menjadikan kita sebagai pribadi yang tidak merasa benar sendiri tapi menjadi pribadi yang mengikuti kebenaran, dengan ilmu diharapkan mereka menjadi pribadi yang tahu kalau dirinya tidak tahu seingga mereka selalu berusaha untuk mencari tahu. Dengan ilmu diharapkan mereka mampu menentukan pilihan dengan penuh kebijaksanaan.

Karakter Adil dan keterampilan belajar

Ilmu yang kita ajarkan disekolah sekarang mungkin bisa jadi sesuatu yang telah ketinggalan zaman karena perkembangan ilmu yang sangat bergerak cepat. Sehingga yang perlu kita lakukan sekarang adalah memberi bekal kepada anak didik kita agar mampu beradaptasi dengan perubahan kedepan. Disinilah pentingnya keerampilan belajar perlu diajarkan dengan iklim belajar yang menyenangkan sehingga anak akan memiliki kesan yang kuat bahwa belajar adalah sesuatu yang membahagiakan untuk mereka sekarang maupun kedepan. Wallahu a’lam





DASAR KARAKTER JUJUR

14 12 2009

DASAR KARAKTER JUJUR

AGUS AWALUDIN

www.gurubelajar.wordpress.com

Sesungguhnya tiada lain orang beriman itu adalah mereka yang beriman kepada Allah dan RasulNya, kemudian mereka tidak ragu. Dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa dijalanNya. Mereka itulah orang-orang yang benar (Shodiqun). (alquran)

Ruh karakter jujur

Bagian kedua dari karakter Tauhiid setelah karakter ikhlash adalah jujur. Jujur yang dimaksud dalam karaker tauhiid ini diambil dari kata shiddiq. Yang sejatinya bermakna mereka yang membenarkan apa yang dari Allah dan rasulnya walaupun pahit yang akan menimpa kepada mereka. Sejatinya gol dari karekter jujur ini digambarkan sebagai pribadi yang memiliki sikap sebagai pilihan hidupnya dimana mereka memegang teguh keimanan dan nilai-nilai pengabdian dengan tanpa keraguan dan selanjutnya memperjuangkan keimanan ini dengan seluruh potensi pada dirinya.

Karakter perlu dilatih

Kesungguhan itu kadang naik kadang terun. Dan vitamin dari kesungguhan kita adalah ilmu. Memang tidak sekonyong-konyong karakter jujur ini akan bisa muncul dan hadir dalam kehidupan dan keseharian kita perlu pengasahan dan pembiasaan dari nilai-nilai baik ini sehingga menjadi sebuah akhlaq atau karakter. Disinilah pentingnya kita menurunkan nilia-nilai karakter tauhiid menjadi nilai-nilai praktis yang menjadi bagian dari latihan kita menuju gol atau tujuan (maqashid) yang kita inginkan.

Tidak ada kekuatan kecuali kekuatanNYa

Adakah jaminan bahwa sekolah atau guru yang berniat mewariskan karakter Tauhiid anak didiknya menjadi pribadi bertauhiid?. Allohumman shurnaa itulah harapan kita semua dari apapun yang kita lakukan, dan menjadikannya sebagai amal saleh yang diterima. Wallahu a’lam.





MEMBUKA MATA HATI (Dari milis SD Islam)

19 11 2009

Pidato Anak Usia 12 Tahun Bikin forum PBB Terdiam


Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki seorang  anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s
Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak” yg mendedikasikan diri Untuk
belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah” lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana
pada saat itu Seveern yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg
memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia
terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa
membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang
penuh dengan orang” terkemuka yg berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yg
meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: (sumber The Collage Foundation):

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental
Children Organization
Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak” berusia 12 dan 13
tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister,
Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang
kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa
bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak
memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya
saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau
rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua
generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak” yg kelaparan di seluruh dunia yang
tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang” yang sekarat yang tidak
terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. kami
tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya
lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada
bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan”nya penuh dengan kanker. Dan
sekarang kami mendengar bahwa binatang” dan tumbuhan satu persatu mengalami
kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang”
liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu”.
tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal” tersebut bahkan masih ada untuk
dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah” kecil ini ketika anda
sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan nya.
Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya
tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama
seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah
punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di
tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir..
Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenernya anda adalah ayah dan
ibu, saudara laki” dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua
adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah
bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar,
terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di
planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal
tersebut.
Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua
menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan
yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu
untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli
sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu
tetap saja negara” di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang
memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan
papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan
perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan
waktu dengan anak” yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut
memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku
akan memberikan anak” jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat
tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang ” .
Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia
untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak” tersebut berusia sama
dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang
begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak” yang hidup
di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ;
seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .
Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang
dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan
menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia
ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat
baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.
Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak..
Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya
tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda melakukan
hal ini – kami adalah anak” anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan
dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat
memberikan kenyamanan pada anak” mereka dengan mengatakan ” Semuanya akan
baik-baik saja “. ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan’ dan
‘ ini bukanlah akhir dari segalanya’
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada
kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?
Ayah saya selalu berkata ‘ kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu
bukan oleh kata” mu ‘
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. kalian
orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.
Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata” tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB,
membungkam seluruh Orang” penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya,
setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang hadir diruang pidato
tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia
12 tahun.
dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..
” Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena saya
baru saja disadarkan betapa penting na linkungan dan isi nya disekitar kita
oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa
selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar
naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin… Saya … tidak kita
semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun “