PRINSIP PEMBELAJARAN MIMHa

Posted on Updated on

(Bagian dari Tulisan Rancang Bangun sekolah membahagiakan)
http://www.gurupembelajar.wordpress.com

Pembelajaran pada dasarnya ada proses interaksi terencana yang dilakukan guru kepada siswa agar memiliki pengalaman belajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapakan. Itulah yang membedakan pembelajaran dengan interaksi lainnya. Bagi MIMHa pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip :

1. Pembelajaran memerlukan partisipasi aktif siswa (belajar aktif).
Menurut Benjamin Franklin : Tell me and I forget, teach me and remember, Involve me and I learn”. Untuk itulah keterlibatan aktif dari siswa merupakan jantung dalam sebuah proses belajar hal ini dikuatkan lagi dalam penelitian Bobby De Porter yang menemukan kita belajar 10 % dari yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari appa yang kita lihat, 50 % dari apa yang kita lihat dan kita dengar, 70% dari apa yang kita katakana dan 90% dari apa yang kita lakukan dan katakana.
Jelaslah bahwa semakin kita terlibat dalam suatu proses pembelajaran yang melibatkan banyak indera semakin lengkaplah pembelajaran yang kita laksanakan.dengan demikian pembelajaran holistik yang mengubah paradigma yang bersifat parsial kepada aspek yang menyeluruh m enjadikan pembelajaran lebih bermakna, sehingga insting kecintaan kita terhadap belajar yang disinyalir berasal dari kesalahan-kesalahan dalam metotivasi belajar baik dari guru dan orang tua, seperti: (1) suasana belajar yang tidak mendukung, berupa hilangnya keterlibatan seluruh dimensi manusia untuk bereksplorasi, belajar sambil bermain yang menyenangkan telah hilang oleh system pendidikan di rumah dan disekolah.(2) Pelajaran yang disajikan kepada siswa seolah-olah hanya disajikan untuk menghadapi tes, ujian dan latihan (drilling) sehingga kebanyakan siswa tidak mengerti akan subjek yang dipelajari mengapa mata pelajran itu penting dipelajari, dan manfaatnya dalam kehidupannya.(3) terllau menstandarkn penilaian ada aspek akdemik dengan nilai angka dan ranking, bukan kepada aproses pembelajaran yang mengakibatkan beban yang berlebihan terhadap anak padahal hal terpenting dalam pembelajaran adalah bagaimana membentuk anak agar senang dan termotivasi untuk terus belajar (mencipatakan pembelejar sejati-lifelong learners). Untuk itu perlu dilakukan pembelajaran yang dapat menjadikan anak terlibat dalam pembelajaran dan pendekatan konstruktivisme adalah dasar da prinsip pendekatan belajar saat ini yang dipandang mampu melibatkan anak.

2. Setiap anak belajar dengan kecepatan berbeda
Dalam kasus ini maka Gardner lah yang memberi kita keluasan pandangan mengenai arti sebuah kecerdasan ia merumuskan 9 kecerdasan yang membuat anak kita memiliki kemampuan yang selama ini kita peandang sempit sebagai kemampuan akademik semata. Menurut Gardner:
• Kesemua manusia memiliki kesembilan aspek kecerdasan ini dengan kadar yang berbeda
• Setiap manusia memiliki komposisi kecerdasan yang berbeda
• Seluruh aspek kecerdasan ini berada pada bagian otak yang berbda yang dapat bekerja secara mandiri atau secara bersamaan.
Karena itu banyak pilihan kegiatan yang dapat dikembangan untuk melatih kecerdasan majemuk/ganda ini, diantaranya saja:
• Diskusi kelompok-verbal bahsa, Interpersonal
• Menulis jurnal, buku harian- Intra personal, bahasa-verbal.
• Koreografi-Musik, Verbal-bahasa, Interpersonal, Kinestetik.
• Membuat Grafik- Logis Matematik, Visual-spasial
• Menyususn scenario dan membuat drama- Verbal-bahasa, Interpersonal, Visual-Spasial
• Menulis laporan dan mengarang-verbal Bahasa
• Membuat Poster-Verbal-bahasa, visual spasial
• Belajar dengan objek konkrit-kinestetik, logis-matematik
• Mengarang Lagu-Musik, verbal bahasa
• Membuat model/miniataur bangunan-kinestetik, logis matematis.

3. Anak-anak dapat belajar dengan efektif bila dalam suasana kondusif
Adapun ciri-ciri kelas yang kondusif sehingga membuat para pembelajar memiliki motivasi belajar yang tinggi, berani mencoba (risk taker), dan menjadi pembelajar yang sejati adalah:
• Adanya pembelajaran karakter secara eksplisit
• Adanya aturan dan kode etik yang dibuat dengan melibatkan semua pihak didalam kelas dan dipatuhi dengan baik.
• Hubungan natar siswa saling mendukung, tidak terjadi persaingan yang tidak sehat
• Adanya rasa saling percaya dan saling menghormati anta siswa da guru. Guru menghormati dan memperlakukan siswa sara baik
• Guru berusaha mengenal siswa secara pribadi dan mengetahui keunikan masing-masing siswa
• Guru bertindak sebagi fasilitator yang memberikan peluang insiatif bagi sisw dan memotivasi agar tertarik pada materi
• Guru menyiapakan perencanaan belajar agar dapat menstimulasi seluruh dimensi perkembangan siswa
• Setiap siswa haruas merasa keberadaanya diterima dan dihargai.
• Setiap siswa merasa telibat dalam pengambilan keputusan dan berpartispasi aktif dalam proses belajar.
• Adanya kesempatan belajar dalam kelompok sehingga ada kesempatan untuk berinteraksi secara positif
• Iklim belajar yang menyenangkan tidak ada tekanan, dan beban yang berlebihan.
• Iklim belajar yang memberikan peluang melakukan kesalahan sebagai bagian alami dalam proses belajar sehingga para siswa menjadi risk taker, dan mempunyai motivasi untuk mempelajari hal baru dan yang sulit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s