Modal menjadi Orang Tua dan pendidik

Posted on

http://www.gurubelajar.wordpress.com

Dia (khidlir) berkata: “inilah perpisahan antara aku dengan engkau (Musa) aku akan jelaskan kepadamu atas perbuatan yang engkau idak mampu sabar terhadapnya”. (QS.18:78)

Modal Sebagai Orang Tua dan pendidik serta modal sebagai Murid dan Anak
Ada 3 (tiga) hal yang menjadi modal kita sebagai orang tua atau bisa juga guru dalam mengasuh dan mendidik anak serta anak didik kita yakni (1) kasih sayang dan (2) ilmu (QS.18:65). Sebagaimana karunia ini telah Alloh berikan kepada Khidir ketika Allah SWT pertemukan khidlir dengan Musa. Namun sebagai seorang guru betapapun besarnya kasih sayang kita kepada anak didik kita, menjadi bijak bila dalam berinteraksi dengan anak dan anak didiknya memiliki (3) aturan main (QS.18:70). Ketiga modal pendidikan ini merupakan tools bagi guru dan orang tua untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang ingin dicapai sebagai proses akhir dalam pendidikan.
Sedangkan dari sisi sebagai anak didik ada tiga modal yang perlu kita miliki yakni keinginan untuk mendapatkan ilmu (QS. 18:66) dan sabar serta yang ketiganya adalah taat (QS. 18:69). Tiga modal penting inilah yang menjadikan hubungan harmoni antara anak kandung dan orang tua serta anak didik dan gurunya.

Pertemuan Modal Orang Tua dan Anak
Tiga modal sebagai orang tua dan pendidik akan ketemu dengan modal sebagai murid dan anak. Kasih sayang akan menjadikan kita sebagai orang tua atau pendidik memiliki kesabaran dalam menemani anak kita mendapatkan pengalaman hidup untuk bekal hidupnya di masa yang akan datang. Sedangkan ilmu bagi seorang tua dan pendidik merupakan konten kompetensi yang akan dibutuhkan oleh anak kita di masa yang berbeda dengan kita. Walaupun begitu betapa besarnya kasih sayang kita kepada anak dan harapan kita untuk membagikan ilmu kepada mereka pola interaksi kita hendaknya didasarkan atas aturan main agar anak didik kita bisa memiliki pengendalian diri dan mampu menghargai aturan main serta faham situasi agar dia menjadi pribadi yang mengerti lingkungan sosialnya.
Tiga modal sebagai murid merupakan modal sukses untuk menjadi pembelajar dan anak yang soleh. Keinginan belajar menjadikan motivasi sebagai ruh interaksi, kesabaran dan ketaatan menjadi energy dalam berinteraksi agar mendapatkan pengalaman belajar sehingga menyampaikannya pada tujuan pendidikan. Ketiga masing-masing modal tadi menjadi harmoni dalam hubungan guru dan anak didik serta orang tua dan anak sehingga selama masa pertemuan mereka menjadi saat yang berkah dan bermakna. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s