KURIKULUM AHLI VS KURIKULUM KULI

Posted on Updated on

http://www.gurubelajar.wordpress.com

Tanyalah kepada ahlu dzikri (ulama) jika kamu tidak tahu. Alquran

Iftitah
Menuliskan tema ini agak tidak biasa, menurut hati saya judulnya terlalu kasar dan seperti merendahkan pihak lain. Namun saya memutuskn menulis judul ini sebagai tahdzir (peringatan keras) agar kita tidak melakukan sesuatu yang tidak kita sadari efek atau akibat yang akan kita petik setelahnya.

Melihat Kembali Kurikulum Sekolah Kita
Sejatinya kurikulum memiliki banyak makna, salah satunya kurikulum merupakan salah satu alat menuju tujuan pendidikan, Sehingga hal yang terpenting dalam suatu kurikulum adalah tujuan dari pendidikan yang akan tercermin dari kualitas lulusan dari pendidikan tersebut. Menjadi hal yang menarik saat ini adalah kebijakan KTSP yang memberi keleluasaan sekolah untuk mewujudkan visi, misi lembaga yang dalam kurikulum. Dengan kata lain kurikulum KTSP yang disusun hendaknya memiliki kekhasan sesuai dengan visi dan misi dari lembaga pendidikan tersebut.

Salah satu yang menjadi sorotan opini saat ini adalah muatan kurikulum yang bersifat Melebar namun tidak mendalam, hal ini terlihat dari banyaknya mata pelajaran pada pendidikan dasar dengan alasan perlu dikenalkan seluruhnya. Namun efek dari dasar berfikir ini adalah anak-anak kita disekolah dasar, yang semestinya sudah berorientasi pada produk menjadi pelajar yang bersifat dogmatis dan tidak mengusai keahlian disebabkan muatan kurikulum yang tidak mendalam. Akibat jangka panjang dengan kurikulum yang melebar dan tidak mendalam ini, anak tidak memiliki keahlian spesifik yang menjadikannya dihargai dengan keahlian ini, selain itu keumuman ini menafikan fitrah dasar manusia yang bersifat unik dan tidak mungkin menguasai seluruh materi secara lengkap. Dengan kata lain manusia umumnya hanya menguasai tidak semua bidang keahlian.

Ketakutan Lain
Hal lain yang sering menjadi alasan mata pelajaran adalah kekhawatiran anaknya tidak banyak tahu seperti Bank Umum, dengan tanpa menghormati dasar berfikir ini, kami berpendapat efek lain dari dasar berfikir ini adalah munculnya ahli borongan yang menjadikan mereka bisa mengerjakan benayak pekerjaan tapi hasil pekerjaannya tidak tuntas karena keahlian yang tidak mendalam . Disisi lain akibat dari cara berfikir kurikulum melebar tidak mendalam ini mengakibatkan bangsa kita menjadi bangsa pekerja (kuli) dari pada menjadi bangsa ahli dalam satu bidang khusus.

Kurikulum Ahli dengan Memilih
Menjadi sebuah tantangan keberanian bagi lembaga pendidikan untuk menyusun materi pelajaran yang mengedepankan keahlian sehingga kurikulum yang disusun bersifat menyempit dan mendalam dengan memilih prioritas mata pelajaran yang sesuai dengan visi misi yang akan di capai oleh lembaga pendidikan tersebut. Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s