MENJADI MUSUH MASYARAKAT

Posted on

www. gurubelajar.wordpress.com

“Dan ingatlah hari ketika itu orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, ‘Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.Kecelakaan besarlah bagiku, andai kiranya dulu aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrabku. Sungguh ia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`an ketikaAl-Qur`an itu telah datang kepadaku.’ Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al-Furqan: 27-29)

 

PILAR PENDIDIKAN

Pendidikan tidak bisa hanya diklaim sebagai milik lembaga sekolah, karena setidaknya ada tiga pilar yang mempengaruhi kesuksesan dan kegagalan pendidikan. Pertama, adalah pilar keluarga disanalah pendidikan baik sebelum lahir maupun setelah lahir sebagai awal mula pendidikan akan diperoleh anak. Kedua, adalah pilar lembaga pendidikan yang berperan mengembangkan siswa sebagai kepanjangan tangan orang tua yang dengan berbagai sebab memiliki keterbatasan untuk mendidik anaknya sehingga diperlukan lembaga yang menggantikan sebagaian fungsi orang tua untuk mendidik. Ketiga, adalah pilar masyarakat sebagai lingungan besar pendukung dan pelaku pendidikan dengan menyiapkan berbagai pranata baik pranata pendidikan, moral dan etika, ekonomi, teknologi dan politik yang kesemuanya mendukung dan membentuk proses pendidikan.

 

MENJADI MUSUH MASYARAKAT

Pada abad 21 ini muncul kasus dimana masyarakat menjadi musuh pendidikan, ketika prilaku masyarakat menjadi penghancur dari produk pendidikan, melalui ketidak berfungsiannya pranata-pranata yang harusnya mendukung pendidikan misalnya saja pranata moral dan etika, dimana masyarakat justru menjadi bagian yang menghancurkan moral dan etika anak didik sehingga tidak jarang orang tua dan sekolah melakukan isolasi dari masyarakat karena dikhawatirkan merusak prilaku siswa.

 

SIAPA YANG MAU JADI MITRA MASYARAKAT?

Menjadi pendidik adalah memberi manfaat sebesar-besarnya untuk lingkungan, ketika masyarakat sakit dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya sebagai lingkungan pendidikan maka diperlukan guru-guru yang tidak menyerah dengan keadaan. diperlukan guru-guru yang mau menjadi mitra dengan masyarakat dan menjadikan  sekolah sebagai mitra pembangun peradaban masyarakat  sebagai tempat belajar kehidupan ke depan. Menjad mitra masyarakat tidak mesti selamanya mengikuti hanya sekedar maunya masyarakat sebagai maunya pasar. Lembaga pendidikan bisa menjadi lembaga alternatif dalam pendidikan dengan menawarkan visi terbaiknya sehingga akan terbentuk masyarakat baru yang lebih baik sebagai hasil dari pendidikan. wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s