“Alhamdulillah…Anakku ada yang nilainya merah”

Posted on Updated on

Sesungguhnya Allah atas segala sesuatu maha berkuasa (Qadlar)

Melihat dari sisi yang berbeda
Seorang dosen dalam sebuah perkuliahan mencoba mengambil pelajaran dari nilai anaknya yang merah dalam rapotnya, dari sisi yang berbeda beliau malah melihat dengan adanya nilai merah maka beliau jadi tahu kecenderungan dan potensi anaknya sejak dini, beliau jadi tahu bidang pelajaran mana yang anaknya suka dan mampu serta bidang mana yang anaknya kurang suka dan kurang mampu sehingga beliau dapat membuat program untuk mengoptimalkan bidang yang anaknya mampu dan sukai.
Pandangan ini muncul karena beliau melihat potensi orang itu bersifat unik sehingga keahlian pun menjadi sesuatu yang unik dan khusus sangat jarang bahkan tidak mungkin ada orang yang memiliki banyak keahlian dalam satu waktu karena yang namanya keahlian khusus itu perlu sangat inten dan fokus untuk mempelajarinya sehingga menjadikan orang yang mempelajarinya menjadi ahli di bidangnya khusus tersebut.

Tahu sedikit akan yang banyak dan tahu banyak akan sedikit
Seorang yang ahli dia akan mengatahu secara mendalam hal yang sedikit sehingga keahliannya menjadi hal yang unik dan dibutuhkan orang karena sedikitnya. kemampuan yang umum akan banyak orang yang mampu dan menguasai sehingga menjadikan sifatnya umum dan tidak menjadi unik. Fokus pada Pengatahuan yang banyak namun tidak mendalam menjadikan pemiliknya hanya menjadi orang yang umum dan tentu akan berat baginya dalam menghadapi persaingan karena banyak pihak yang memiliki kemampuan yang sifatnya umum, yang tentu berbeda dengan seorang yang ahli dalam satu bidang dengan mendalam dan unik.

Menghargai Kecerdasan
Penghargaan terhadap keunikan dalam kecerdasan anak akan menjadikan kita menghargai setiap anak kita dengan kelebihan yang unik dan spesifik. kita tidak memandang anak harus menguasai semua dan meniadakan anak yang hanya ahli dan mampu di satu bidang tertentu, untuk kasus di sekolah dasar selama kemampuan dasar bisa mereka kuasai maka tidak mesti semua mata pelajaran nilai mereka harus bagus atau diatas rata-rata. Kiranya penting bagi kita untuk melihat kembali mata pelajaran apa yang memang kini lebih diperlukan anak terutama di sekolah dasar, akan terasa tidak adil bila diperguruan tinggi kita fokus pada satu keahlian tapi di sekolah dasar anak kita harus semuanya bisa. Pandangan ini bertolak dari keinginan untuk memberikan masa yang indah saat anak-anak kita disekolah dengan berfokus pada tujuan sekolah dasar yakni menjadi dasar mereka mampu mengkuti jenjang pendidikan selanjutnya. wallahu a’lam

One thought on ““Alhamdulillah…Anakku ada yang nilainya merah”

    Pendidik bahasa said:
    8 Maret 2012 pukul 14:52 am03

    Mendidik bukan berarti memberikan siswa nilai yang tinggi, tetapi membuat mereka mengerti disiplin dan mau belajar secara mandiri. seorang siswa akan sangat bahagia jika ia tahu berapa soal yang dijawab benar+berapa soal yang dijawab salah, ia menjadi ingin lebih baik lagi. Bukan puas dengan nilai pas-pasan atau nilai tertinggi. Ingat, kita tidak pernah puas saat makan dan minum. Apalagi bermain game! Bagaimana dengan belajar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s