SANTUN DALAM KARAKTER TAUHIID

Posted on

SANTUN DALAM KARAKTER TAUHIID

Agus Awaludin

www.gurubelajar.wordpress.com

“Sesungguhnya, Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.” (QS. At Taubah : 114). “Maka, Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat santun.” (Qs. Ash Shaffat : 101)

Makna Santun

Santun maknanya adalah menahan amarah. Selain itu, santun juga bisa diartikan mengikat hawa nafsu agar tidak melanggar hal-hal yang sesuai dengan keinginannya. Santun juga mengandung makna kesadaran, kesabaran, ketidaktergesaan, dan keteguhan. Orang yang santun, bukanlah orang yang berlaku santun saat disakiti saja, tapi dia juga berlapang dada untuk memaafkan orang yang berbuat curang kepadanya.

Rasulullah SAW begitu sabar dan bersikap santun terhadap siapapun. Jadi, orang yang santun sesungguhnya orang yang bisa menjadikan Nabi SAW sebagai suri teladan dalam seluruh etika kehidupannya. Orang yang santun juga akan selalu berhias diri dengan perilaku-perilaku mulia. Dan dia, akan merasa sangat malu bila sampai melakukan hal-hal yang tidak terpuji seperti KKN, suap-menyuap, mencuri, dan lain sebagainya.

Santun dalam dasar karakter tauhiid

Santun dalam pengajaran pembiasaan dasar karakter tauhiid merupakan intisari dan kata kunci dari sikap hamba yang tidak suka melakukan perbuatan aniaya baik untuk dirinya apalagi untuk orang lain. Sikap santun yang diharapkan tumbuh adalah sikap santun yang terlahir dari keinginan untuk menghindari perbuatan aniaya atau dzalim pada dirinya dan orang lain serta menghias diri dengan perbuatan yang mulia. Oleh karenanya konsekuensi logis dari orang yang ingin mencapai derajat berkarakter santun adalah kecintaan, kesungguhan, pemahaman dan pelaksanaan orang tersebut kepada nilai kebenaran dan kebaikan. Dengan demikian  maka dia akan mampu bersikap santun dalam segala aspek kehidupannya.

Pembuka

Tulisan akhir tentang dasar kelima dari karakter tauhiid ini saya awali dengan pembuka, karena saya berharap karakter tauhiid ini sebagai pembuka ilmu, semoga Allah menjadikan ilmu kita sebgai ilmu yang bermanfaat untuk diri kita dan orang-orang sekitar kita. Kiranya sabda Nabi ini cukup menjadi sebagai motivasi dan doa kita “sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat untuk manusia lainnya. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s