RAJIN BELAJAR ITU BIASA BAHAGIA DENGAN BELAJAR LUAR BIASA

Posted on

Oleh: Agus Awaludin http://www.gurubelajar.wordpress.com “Kebahagiaan” merupakan hal yang disepakati oleh mayoritas umumnya manusia dan merupakan bagian dari yang kita cari dalam hidup. Bahkan banyak ayat dalam kitab sucipun secara tertulis menyeru manusia agar termasuk dan menjadi bagian orang yang berbahagia. Bahagia Dalam Belajar Anak rajin belajar biasanya ditandai dengan mereka duduk di depan meja belajarnya sambil membaca buku atau mengerjakan tugas sekolahnya. Lalu bagaimana dengan anak yang bahagia dengan proses belajar. Bahagia adalah proses mental kebahagiaan terlihat bukan saja dari prilaku tapi terlihat dari bagiamana dia bersikap dalam proses belajar. Ketika belajar menjadi sebuh kesenangan, ketika proses belajar menjadi sebuah pilihan, ketika proses belajar menjadi sebuah aktivitas tanpa batas, disanalah salah satu indikasi kebahagiaan dalam belajar. Mereka yang berbahagia dengan belajar adalah mereka yang tidak akan berhenti dalam proses belajar tidak terbatasi oleh sekolah atau pendidikan formal di setiap lini kehidupan mereka jadikan sebagai proses belajar tiada henti guru mereka bukanlah semata seorang yang berbicara di depan kelas, guru bagi mereka adalah seluruh makhluk, kejadian, pemikiran, bacaan, nasehat, apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar dan apa yang mereka rasakan. Saat itulah dunia sudah menjadi “sekolahan” buat mereka sebagai sebuah kelas kehidupan yang kapan di mananpun ketika mereka kehendaki kesemuanya memberikan akses jawaban dari proses ingin tahu dan masalah yang mereka temuk dalam kehidupan mereka. Buta Aksara Masa Depan Bagi pemahaman konvensional buta aksara adalah ketika kita tak bisa baca aksara, tapi benarkah mereka yang ada kesulitan membaca buta aksara, bukankah membaca kehidupan tidak perlu bisa membaca. Jadi sejatinya mereka yang buta aksara bisa saja mereka yang mampu membaca tapi mereka tidak memiliki kemampuan untuk terus membaca sebagi bagian dari belajar. Betapa banyak anak kita yang sudah bisa membaca tapi mereka tidak senang dengan proses membaca. Apakah kejadian ini tidak menjadikan anak kita juga buta aksara mungkin hal itu bahkan terjadi kepada kita orang yang telah mengaku lebih dewasa dari mereka. Bagaimana Menjadikan Belajar Menjadi Kebahagiaan ? Jawaban dari pertanyaan itu sebenarnya sudah ada dalam diri kita, setiap kita sejatinya pernah mengalami masa membahagiakan dalam belajar, itulah masa anak-anak. Saat kita di dukung dan bereksplorasi dengan bebas ketika memulai belajar bicara, berjalan, bahkan buang air. Sangat ramah sekali orang dewasa saat itu mendidik kita karena mereka menjadi bagian dari support yang mendukung kita dengan penuh penerimaan, menguatkan, menghibur, dan mengantarkan kita kearah belajar makna dan member kita banyak kesempatan untuk mencoba dengan seluruh indera dan perasaan kita, maka jadinya kita pun belajar dengan cepat dengan dukungan mereka. Saat-saat seperti itu penting untuk kita hidupkan kembali untuk anak-anak kita disekolah maupun dirumah setelah mereka menginjak usia pendidikan dasar. Agar kebahagiaan yang pernah kita rasakan bisa mereka rasakan kembali karena kita orang dewasa disekitarnya siap mewariskan kebahagiaan belajar untuk mereka. Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s